Breaking News:

Berita Lumajang

Temukan Bukti Pelanggaran, Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Penimbunan Pupuk Subsidi Lumajang

Temukan bukti pelanggaran hukum, polisi akan segera menetapkan tersangka dalam kasus penimbunan pupuk bersubsidi di Lumajang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Polisi ketika menggerebek kios yang diduga menimbun pupuk bersubsidi di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Lumajang, Sabtu (13/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - 10 hari sudah Polres Lumajang mendalami kasus dugaan penimbunan pupuk bersubsidi sebanyak 15 ton di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah.

Setidaknya dalam kasus ini, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi. Jamaluddin, Agus Wahyudi, dan Faruq.

Diketahui, Jamaluddin adalah pemilik kios pupuk Amanah. Sedangkan dua orang lainnya adalah sopir truk. Ketiga orang itu kini masih berstatus saksi. 

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno berjanji dalam waktu dekat akan segera melaporkan hasil gelar perkara. Agenda itu untuk menentukan sosok tersangka dalam kasus tersebut.

"Peningkatan status pasti ada, karena pelanggarannya sudah jelas kok soal tindak pidana ekonomi, sanksi hukumannya 2 tahun," kata AKBP Eka Yekti Hananto Seno, Senin (22/11/2021).

Sementara Asmadi, seorang petani di kawasan Klakah mengatakan, kios tersebut memang menjual pupuk di atas harga rata-rata yang ditetapkan oleh pemerintah.

Misalnya, untuk pupuk jenis ZA dan urea per 50 kilogram dijual dengan harga Rp 180 ribu. Sedangkan, HET yang ditetapkan pemerintah di bawah Rp 100 ribu.

"Kalau stoknya memang banyak, selalu ada terus," ujarnya.

Dugaan penyelewengan pun semakin kuat.

Baca juga: Diduga Timbun Pupuk Bersubsidi, Kios di Lumajang Digerebek Polisi: Diperkirakan Lebih dari 7 Ton

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved