Breaking News:

Berita Kota Batu

Dishub Kota Batu Gagal Realisasikan Target Retribusi Parkir, Punjul Santoso: Karcisnya Tidak Dipakai

Dishub Kota Batu gagal merealisasikan target retribusi parkir, Punjul Santoso: Karcisnya tidak dipakai, padahal saat akhir pekan banyak kendaraan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Batu, Adiek Iman Santoso berinteraksi dengan seorang jukir di kawasan Alun-alun Kota Batu, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Realisasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu 2021 dari retribusi parkir dipastikan gagal.

Dari target Rp 8,5 miliar, yang terealisasi per November 2021 ini mencapai angka Rp 400an juta. Target Rp 8,5 miliar sempat direvisi turun menjadi Rp 900 juta. Meskipun turun, namun capaian tetap saja masih belum memuaskan hingga akhir tahun ini.

Kondisi ini harus menjadi perhatian serius, karena potensi yang dihitung berdasarkan kondisi lapangan, nyatanya tidak sesuai dengan pendapatannya.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengungkapkan, lagu lama yang menjadi penyebab tidak tercapainya target adalah soal karcis parkir. Punjul Santoso menjelaskan, banyak juru parkir (jukir) yang tidak disiplin memberikan karcis kepada pelanggan.

“Salah satunya ditengarai, tidak menggunakan alat bukti karcis. Karcisnya tidak dipakai. Misal di Jalan Panglima Sudirman, saat akhir pekan banyak kendaraan tapi setorannya minim. Kalau karcisnya diberikan, sebenarnya juga banyak,” ujar Punjul Santoso setelah memberikan sosialisasi menghindari pungli kepada para jukir di Hotel Aster, Rabu (24/11/2021).

Punjul Santoso pun memerintahkan agar kepala bidang dan kepala seksi sektor parkir rajin turun ke lapangan untuk menanggulangi hilangnya potensi pendapatan retribusi. Ia meminta agar kabid dan kasi tidak banyak menghabiskan waktu di dalam kantor saja.

“Sementara ini komunikasi yang kurang baik. Kalau ada komunikasi, saya yakin jukir terbuka. Saya minta kabid dan kasi turun ke lapangan, jangan hanya di dalam ruangan saja,” tegasnya.

Punjul Santoso juga mewanti-wanti petugas dari Dishub untuk tidak main-main. Di Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Parkir di Tepi Jalan Umum, sudah tertulis jelas sanksi bagi petugas yang nakal.

“Kalau bagi petugas sudah ada sanksinya di Perda itu. Risiko Perda itu dibuat, harus dipakai. Kalau dipakai, harus dipaksakan. Kalau tidak, akan berurusan dengan hukum,” ujar Punjul Santoso.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved