Breaking News:

Berita Tuban

Gerakan Serikat Buruh Tuban Tolak UMK Murah, Hanya Naik Rp 6.990 di 2022

Penetapan upah minimum kabupaten (UMK) 2022, yang ditetapkan Gubernur Jawa Timur memantik aksi buruh

Penulis: M Sudarsono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Sudarsono
Aksi buruh di Kabupaten Tuban menolak kenaikan UMK 2022 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2022, yang sudah diplenokan dewan pengupahan setempat memantik aksi buruh.

Upah murah bagi buruh itupun juga disambut aksi unjuk rasa serikat buruh di Kabupaten Tuban.

Tiga elemen buruh dari FSPMI, Saburmusi dan SPN, menolak upah yang hanya mengalami kenaikan Rp 6990 di tahun 2022.

Baca juga: Sepekan Berjalan, Polisi Tindak Puluhan Knalpot Brong di Jalanan Surabaya

Tiga titik tempat jadi sasaran aksi massa, di antaranya Mall Pelayanan Publik (MPP), DPRD dan Kantor Pemkab.

"Kita menolak upah murah yang ditetapkan hanya Rp 6990 di tahun 2022," kata orator aksi.

Sementara itu, Ketua FSPMI Cabang Tuban, Duraji menjelaskan, kenaikan gaji di tahun 2022 ini sangat ironis bagi buruh di Tuban.

Sebab, nilai Rp 6990 itu jika dibagi 30 hari, maka hanya ketemu Rp 233 per harinya.

"Ini sangat ironis untuk kenaikan UMK Tuban 2022, kita menolak kenaikan tersebut," pungkasnya.

Sekadar diketahui, upah minimum kabupaten (UMK) Tuban 2022 menjadi 2.539.224,88, mengalami kenaikan Rp 6990 jika dibandingkan UMK Tuban 2021 sebesar Rp 2.532.234,77.(nok)

Kumpulan berita Tuban terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved