Breaking News:

Berita Sidoarjo

Gus Muhdlor Kebut Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir di Sidoarjo: Dilakukan di Belasan Titik

Mulai sering hujan deras, Bupati Gus Muhdlor kebut normalisasi sungai untuk mengatasi banjir di Sidoarjo: Dilakukan di belasan titik.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor saat memantau sejumlah titik normalisasi sungai di Sidoarjo, Rabu (24/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Sejumlah titik di Sidoarjo kebanjiran setelah diguyur hujan deras, Selasa (23/11/2021) malam. Di antaranya di bawah jembatan depan Lippo Plaza, kawasan Waru, Candi, dan sejumlah titik lain.

Melihat curah hujan yang tinggi, banjir pun berpotensi terjadi lagi setiap kali hujan deras mengguyur dalam waktu yang lama.

Mengantisipasi itu, Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) untuk mempercepat pengerjaan proyek normalisasi sungai.

"Saat ini, normalisasi sungai sedang dikerjakan di belasan titik di wilayah Sidoarjo. Kita antisipasi menyusul mulai tingginya intensitas curah hujan yang merata di Sidoarjo," kata Gus Muhdlor, sapaan akrab Ahmad Muhdlor, Rabu (24/11/2021).

Proses normalisasi sungai yang sudah rampung saat ini di antaranya saluran afvoer Ngingas Desa Balongtani Kecamatan Jabon, saluran Kemasan 1 Desa Becirongengor Kecamatan Wonoayu, saluran Purboyo Desa Jedongcangkring Kecamatan Prambon, saluran Porong Kanal Kecamatan Tarik, dan kali Desa Simoketawang Kecamatan Wonoayu, serta belasan sungai yang saat ini masih dalam proses pengerukan.

Selain normalisasi sungai, Gus Muhdlor juga menginstruksikan menambah jumlah dan kapasitas pompa penyedot banjir di titik-titik rawan banjir, salah satunya di bawah kolong tol depan Lippo Mall yang kemarin sempat tergenang saat hujan deras.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Kebut Enam Kisdam untuk Atasi Banjir Tanggulangin, Ahmad Muhdlor: Saya Cek Terus

Prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Pulau Jawa termasuk Sidoarjo akan terkena dampak La Nina yang puncaknya diprediksi terjadi pada bulan Desember.

Selain itu, air laut pasang atau banjir rob juga harus diantisipasi yang prediksinya juga terjadi pada bulan Desember.

Gus Muhdlor meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo untuk siaga 24 jam. BPBD diminta merespons dengan cepat apabila melihat atau mendapatkan laporan kejadian adanya bencana.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved