Breaking News:

Berita Lumajang

Jelang Masa Kampanye Pilkades Lumajang, Bupati Thoriqul Singgung Janji Politik: Yang Masuk Akal Saja

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang menetapkan tanggal 25-27 November sebagai masa kampanye Pilkades serentak para calon

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/TONY Hermawan
Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat memberikan sosialisasi kepada 102 cakades terkait strategi kampanye Pilkades. 

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang menetapkan tanggal 25-27 November sebagai masa kampanye Pilkades serentak para calon kepala desa (cakades).

Momen kampanye adalah hal penting bagi cakades. Tahapan tersebut menjadi ajang para kandidat dan tim suksesnya menarik simpati masyarakat yang memiliki hak pilih.

Setidaknya di 32 desa ada 102 cakades yang bertarung merebutkan suara pemilih dalam pelaksanaan Pilkades 2 Desember nanti. Sebagaimana pemilu-pemilu sebelumnya, periode kampanye selalu digunakan mereka menebar janji politik

Bupati Lumajang Thoriqul Haq dalam masa kampanye menyarankan agar para cakades memberikan janji politik yang masuk akal.

Baca juga: Masyarakat Lumajang yang Nyoblos saat Pilkades Diwajibkan Bawa Bukti Sertifikat Vaksin

Cak Thoriq sapaannya mengatakan, selama menjabat sebagai bupati, pihaknya memiliki pengalaman yang kurang enak ketika proses Pilkades

Ada banyak calon kepala desa yang menjanjikan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) di desanya gratis. Namun begitu terpilih, kepala desa itu justru menunggak.

"Sudah, yang seperti-seperti itu tidak perlu. Disampaikan yang masuk akal saja. Di beberapa desa lain banyak progam yang bagus. Itu bisa di contoh. BUMDesnya tumbuh, ada pengelolaan wisata dan lain sebagainya. Sehingga hal itu bisa mendapatkan income. Lalu income itu bermanfaat untuk seluruh warga desanya," katanya.

Baca juga: Bakal Calon Kepala Desa Lumajang di Pilkades 2021 Didominasi Lulusan SMP dan SMA

Bahkan, karena income yang diterima pemerintah desa berlebih, mereka turut membantu salah satu progam Pemkab Lumajang.

Seperti progam santunan kematian, selain ahli waris mendapat santunan kematian dari Dinas Sosial Lumajang, pihak desa ikut memberikan perhatian dengan menambah besaran santunan tersebut.

"Ini salah satu contoh progam yang bagus.  Apalagi sekarang eranya keterbukaan. Kalau pengelolaannya baik tentu hasilnya juga baik dan responnya juga baik," pungkasnya.

Baca juga: 21 Kades Lumajang Maju Lagi di Pilkades 2021, DPMD: Maksimal Tiga Periode

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved