Breaking News:

Berita Kota Blitar

Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Ajak Ibu Rumah Tangga Ikut Cegah Peredaran Rokok Ilegal

Kecamatan Sananwetan Kota Blitar mengajak ibu rumah tangga untuk ikut mencegah peredaran rokok ilegal atau rokok tanpa cukai.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
Kegiatan sosialisasi aturan cukai yang dihadiri Wali Kota Blitar, Santoso di Kantor Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, ikut mensosialisasikan perundang-undangan tentang cukai kepada masyarakat. 

Sosialisasi tentang aturan cukai itu dilakukan untuk membantu mencegah peredaran rokok tanpa cukai atau rokok ilegal di masyarakat. 

Camat Sananwetan, Kota Blitar, Heru Eko Pramono mengatakan, sosialisasi tentang aturan cukai diberikan kepada RT, RW, tokoh masyarakat, dan ibu rumah tangga. 

Lewat sosialisasi itu, para RT, RW, tokoh masyarakat, dan ibu rumah tangga diharapkan bisa membantu menyebarkan informasi tentang aturan larangan peredaran rokok ilegal. 

Baca juga: Gelar Sosialisasi Aturan Cukai, Satpol PP Kota Blitar Minta Pedagang Tidak Jual Rokok Ilegal

Para RT, RW, tokoh masyarakat, dan ibu rumah tangga juga bisa membantu mengajak masyarakat untuk membeli produk-produk yang ada cukainya. 

Karena, dengan membeli produk yang ada cukainya, masyarakat ikut membantu menambah pendapatan kas negara dari cukai.

Sebagian pendapatan negara dari cukai akan dikembalikan ke daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kami juga mengimbau masyarakat tidak membeli produk seperti rokok yang tidak ada cukainya," kata Heru Eko Pramono, Rabu (24/11/2021).

Heru berharap ke depan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tidak hanya untuk sosialisasi saja. 

Tapi, DBHCHT juga bisa digunakan untuk kegiatan lain seperti pemberian pelatihan, bantuan sosial, dan bantuan modal kepada masyarakat. 

"Harapannya, ke depan ada aturan yang memperbolehkan kami berimprovisasi menggunakan dana bagi hasil cukai untuk kegiatan lain, agar benar-benar mengena ke masyarkat," ujarnya. 

Dengan begitu, kata Heru, penggunaan dana bagi hasil cukai bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. 

"Ini tahun pertama kami (kecamatan) mendapatkan DBHCHT. Harapannya, ke depan masih ada alokasi DBHCHT untuk kecamatan demi kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved