Breaking News:

Berita Surabaya

Kawal Demo Buruh, Polisi Jaga Akses Masuk Kota Surabaya, Sejumlah Ruas Jalan Berpotensi Macet

Rencana demonstrasi buruh untuk menyampaikan tuntutan terkait upah, Kamis (25/11/2021) sudah diantisipasi oleh Kepolisian di Surabaya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Ilustrasi - Suasana Unjuk Rasa Yang Diikuti 300 buruh Se Jatim menolak kenaikan UMP yang hanya Rp 22.790. Mereka memenuhi depan Gedung Grahadi, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rencana demonstrasi buruh untuk menyampaikan tuntutan terkait upah, Kamis (25/11/2021) sudah diantisipasi oleh Kepolisian di Surabaya.

Polisi memastikan siap mengawal demonstrasi selama menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menyebut telah menyiapkan sekitar 3500 personel kepolisian terdiri dari personel Polrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur, ditambah dari TNI.

"Kami juga tengah berkoordinasi dengan polres penyangga kota Surabaya, seperti Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Mojokerto untuk pengamanan demo buruh kali ini," kata Yusep, Kamis (25/11/2021).

Dari informasi yang masuk, massa yang akan melakukan demo berjumlah sekitar 6000 orang dengan titik aksi di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Baca juga: 3.200 Pasukan Gabungan Bakal Kawal Jalannya Demonstrasi Buruh, Ada Rekayasa Lalu Lintas

Yusep memastikan, kedatangan buruh yang menyampaikan aspirasi itu bakal dikawal hingga selesai.

Bahkan, polisi sudah bersiap di akses masuk kota Surabaya seperti Osowilangon dan Bundaran Waru guna mengawal buruh yang datang menuju titik lokasi demo.

Selain itu,Yuseo juga meminta maaf kepada masyarakat kota Surabaya terkait adanya aksi demo siang ini yang bakal dimungkinkan akan membuat jalanan macet.

Baca juga: Polda Jatim Siapkan Tim Khusus Antisipasi Penyusup Dalam Demonstrasi Buruh, Begini Cara Kerjanya

Meski begitu, polisi secara sigap gelah melakukan rekayasa arus lalu lintas untuk tetap bisa diakses oleh masyarakat.

"Kami meminta maaf kepada masyarakat Surabaya, bahwa kemungkinan karena adanya kegiatan demo buruh nanti bakal ada kemacetan di beberapa titik. Hindari jalan Gubernur Soeryo sementara waktu. Kami juga tengah mempersiapkan rekayasa lalu lintas untuk memastikan kegiatan masyarakat Surabaya tetap bis berjalan," tandasnya.

Baca juga: Mengaku Dapat Bisikan Gaib, Pria di Ponorogo Dua Kali Gali Makam Sang Istri yang Telah Meninggal

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved