Breaking News:

Berita Tuban

Bupati Aditya Halindra Faridzky Sebut Kenaikan UMK Tuban 2022 Jadi Peringkat 12 di Jawa Timur

Bupati Aditya Halindra Faridzky sebut kenaikan UMK Tuban 2022 jadi peringkat 12 di Jawa Timur, meski kenaikan tersebut mendapat penolakan buruh.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan hasil pertemuannya terkait UMK Tuban 2022, dengan perwakilan Serikat Pekerja Ronggolawe seusai rapat paripurna, Jumat (26/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tuban 2022 telah disahkan oleh dewan pengupahan setempat, untuk ditetapkan Gubernur Jawa Timur.

UMK Tuban 2022 mengalami kenaikan, meski tidak membuat para buruh puas, bahkan mengambil sikap untuk menolak kenaikan yang dinilai tidak layak.

Jika UMK Tuban 2021 sebesar Rp 2.532.234,77, kini UMK Tuban 2022 menjadi 2.539.224,88, mengalami kenaikan Rp 6.990.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengatakan, terkait kenaikan UMK Tuban 2022 sudah sesuai dengan PP 36 2021 tentang pengupahan.

Kenaikan UMK Tuban 2022 disebut berada pada posisi 12 dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. 

"Untuk kenaikan UMK kita berada di posisi 12 di Jatim," ujar Aditya Halindra Faridzky kepada wartawan seusai menghadiri rapat paripurna, Jumat (26/11/2021).

Pria yang juga Ketua DPD Golkar Tuban itu menjelaskan, terkait mediasi dengan buruh, pemkab benar-benar berpegang pada aturan yang ada, yaitu PP 36 2021 tentang pengupahan.

Mengenai hak diskresi, baik pemkab dan provinsi sudah tidak ada kewenangan jika mengacu PP tersebut. 

Baca juga: Mediasi Buruh dan Bupati Aditya Halindra Faridzky Terkait UMK Tuban 2022 Tak Capai Titik Temu

Kalaupun mengusulkan perubahan kenaikan UMK pasti ditolak, jadi mengusulkan sesuai aturan yang ada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved