Breaking News:

Berita Surabaya

Antisipasi Bocah Tenggelam Kembali Terjadi di Surabaya, Begini Langkah Pemkot

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan perhatian khusus terhadap kasus bocah tenggelam yang meningkat selama dua bulan terakhir. Cak Eri

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Petugas sedang menghalau anak-anak yang berenang di sungai. Pemkot berharap perhatian warga masyarakat untuk ikut mengingatkan anak-anak agar tidak berenang di sungai. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan perhatian khusus terhadap kasus bocah tenggelam yang meningkat selama dua bulan terakhir. Cak Eri menerjunkan jajarannya untuk melakukan sejumlah antisipasi. 

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya, jumlah bocah yang meninggal akibat tenggelam di Surabaya mencapai 7 kasus pada Oktober-November atau pada awal musim penghujan tahun ini. 

Baca juga: Wahana Flying Fox Wisata Bremi Eco Park Probolinggo, Tawarkan Keindahan Lereng Argopuro

Dengan tambahan tersebut, jumlah bocah tenggelam yang terjadi sepanjang 2021 mencapai 15 kasus. Lokasinya tersebar, ada di sejumlah sungai hingga parit. 

Terbaru, ada bayi berumur 2 tahun berinisial GSA yang tenggelam dalam parit di Jalan Kasman 1, Manukan Kasman, Tandes, Surabaya sejak Rabu (24/11/2021) lalu. Setelah dua hari pencari, balita ini akhirnya ditemukan Jumat (26/11/2021) sekitar pukul 10.55 WIB.

Cak Eri pun berduka dengan kejadian tersebut. Tak ingin kejadian tersebut terulang, pihaknya memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi. 

Di antaranya, memasang pagar di sepanjang saluran air lebar. Bukan hanya di tempat bocah yang tenggelam, namun juga daerah lain. 

"Kami sudah minta untuk diberikan pagar. Saluran yang besar dan lebar dan berhubungan dengan masyarakat, kami minta diberi pagar semua," kata Cak Eri, Sabtu (27/11/2021). 

Para camat juga akan mendata saluran mana saja yang dekat dengan pemukiman warga. "Kecamatan juga bisa memberikan informasi daerah mana saja yang berpotensi," katanya. 

Selain itu, Pemkot juga akan keliling untuk menyosialisasikan larangan berenang di sungai atau bozem. Terutama, bagi para remaja yang biasanya menghabiskan waktu di sekitar sungai. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved