Breaking News:

Berita Jatim

Wakil Ketua DPRD Jatim Tekankan Pentingnya Sinergi untuk Upaya Recovery Ekonomi

Pemerintah diharapkan dapat menggandeng stakeholder termasuk pengusaha, terutama pelaku UMKM untuk upaya recovery ekonomi setelah hantaman pandemi

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad.  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah diharapkan dapat menggandeng stakeholder termasuk pengusaha, terutama pelaku UMKM untuk upaya recovery ekonomi setelah hantaman pandemi.

Peran penting mereka juga harus didukung dengan memberikan berbagai kemudahan dan fasilitas, baik akses pada perbankan maupun insentif.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad saat menjadi pembicara dalam Business Forum yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Universitas Islam Malang, pada Sabtu (27/11/2021).

"Saya optimis sinergi yang efektif antara pemerintah dan pengusaha akan mempercepat pemulihan ekonomi di Jatim," ucap Sadad dikutip Minggu (28/11/2021). 

Baca juga: Peduli Lingkungan, Partai Gelora Jatim Instruksikan 1 Kader Tanam 10 Pohon

Sadad yang juga Ketua Gerindra Jatim itu mengungkapkan, pentingnya sinergi agar ruang keterlibatan pengusaha menjadi efektif. 

Disisi lain juga pentingnya menghubungkan balai latihan kerja, baik yang berada di bawah naungan Provinsi maupun Kabupaten/Kota. 

"BLK milik Pemerintah harus lebih diberdayakan dengan meningkatkan secara signifikan pelatihan-pelatihan kerja. Jika perlu dilipatgandakan volumenya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Sadad. 

Menurut Sadad, sinergi semacam itu perlu dilakukan. Sebab, jika hal tersebut berjalan baik maka setidaknya dapat memangkas biaya perusahaan dalam upaya pembinaan dan peningkatan skill para tenaga kerja. 

"Pada masa seperti ini tentu sangat meringankan beban perusahaan. Karena, tentu saja recovery ekonomi ini dimulai pada sisi pengusahanya," sambung politisi yang akrab disapa Gus Sadad tersebut.

BI telah memprediksi ekonomi Jatim di tahun 2022 mendatang bakal tumbuh 5,0-5,8 persen. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga telah menyampaikan optimismenya. 

Hanya saja dikatakan Sadad, optimisme saja tidak cukup, melainkan juga harus disertai dengan langkah-langkah konkret. 

"Sudah sewajarnya Pemerintah berterimakasih kepada para pengusaha yang tergabung dalam wadah HPN ini," tuntas Sadad. 

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved