Breaking News:

Berita Surabaya

Berkah Jualan Burung Murai saat Pandemi, Wanita Asal Kedurus Surabaya Kantongi Untung Besar

Sri Rahayu atau biasa dipanggil Sri (41), warga Kampung Kedurus Gang 1B RT 7 RW I, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya terbilang

Penulis: Zainal Arif | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/ZAINAL ARIF
Sri Rahayu merawat burung murai peliharaan di rumahnya kawasan Kampung Kedurus Gang 1B RT 7 RW I, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya, Senin (29/11/2021). 

TRIBUNJATIM.COM. SURABAYA - Sri Rahayu atau biasa dipanggil Sri (41), warga Kampung Kedurus Gang 1B RT 7 RW I, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya terbilang sukses menggeluti usaha jual beli burung jenis murai.

Usaha jual beli burung yang ia geluti sejak 17 tahun lalu itu sudah mengahasilkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

"Kalau hobi burung sudah sejak 2005. tapi kalau mulai ternak dulu tahun 2013 saya ternak burung labet. bahkan saya sudah membuat 3 kamar untuk budidaya burung ini (Labet). Namun karena harganya semakin menurun kini saya beralih ternak burung murai sejak 2 tahun lalu (2019)," ujar Sri kepada Tribun Jatim Network, Senin (29/11/2021).

Ia mengaku selama pandemi terjadi, tidak begitu mempengaruhi penghasilan penjualannya. Terbukti sepanjang tahun 2021 ini usahanya tersebut mampu meraup keuntungan kurang lebih Rp 36 juta.

"Selama pandemi COVID-19 ini saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Jadi saya fokus usaha jual beli burung murai karena harganya stabil (tidak naik turun)," jelasnya.

Ia juga mengaku selama Pandemi ini, tidak begitu mempengaruhi penghasilan penjualannya. Termasuk saat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), meskipun ada penurunan penjualan, namun tidak begitu banyak.

Baca juga: Berawal dari Anime dan Modal Rp50 Ribu, Pemuda di Banyuwangi Raup Puluhan Juta dari Replika Samurai

Saat ini Sri memiliki puluhan kandang burung. Di mana dalam seminggu ia mampu menjual burung murai sebanyak 15 ekor ke beberapa pembeli yang berada di luar kota.

"Jadi biasanya banyak pembeli dari luar daerah yang datang seperti Semarang Jawa Tengah. Tapi kalau sekarang, paling hanya dari luar kota seperti Madura, Gresik, Sidoarjo dan wilayah sekitar Surabaya," terangnya.

Sri menambahkan, kemajuan usaha jual beli burung itu sudah mengahasilkan ratusan juta. Namun jumlah keuntungan itu, setiap tahun mengalami pasang surut.

"Keuntungan itu tidak langsung begitu saja, melainkan bertahap dan melalui banyak proses pemasaran melalui media sosial. Kadang dalam satu bulan keuntungannya Rp 3 juta kadang Rp 2 juta," ujarnya.

Baca juga: Berhenti Jadi Guru, Pria Ponorogo Raup Omzet Puluhan Juta Berkat Olah Limbah Kayu Jadi Busur Panah

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved