Breaking News:

Berita Jatim

Besaran UMK Jatim Tahun 2022 Akan Ditentukan Besok, Gubernur Khofifah: Malam Ini Mulai Dibahas

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa besok, Selasa (30/11/2021), pihaknya akan menetapkan dan mengumumkan besaran UMK tahun 2

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat diwawancara media di Gedung Negara Grahadi, Selasa (29/11/2021) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa besok, Selasa (30/11/2021), pihaknya akan menetapkan dan mengumumkan besaran UMK tahun 2022 untuk masing-masing kabupaten kota yang ada di Jawa Timur. 

Ia menegaskan semua usulan besaran UMK tahun 2022 dari kabupaten kota di Jatim baru lengkap sore hari ini, Senin (29/11/2021). Sehingga malam ini Gubernur beserta jajaran akan segera merapatkan dan melakukan pembahasan atas semua usulan UMK yang telah masuk. 

"Usulan itu kan dari semua bupati wali kota. Jadi makanya saya mau bahas itu malam ini karena baru hari ini, sore ini, itu (usulan) lengkap. Besok pasti kita akan umumkan karena kan memang ketentuannya penetapan itu tanggal 30 November," kata Khofifah yang diwawancara di Grahadi, malam. 

Ia menjelaskan bahwa usulan UMK dari bupati dan wali kota memang tidak serentak masuk. Ada yang masuk tanggal 24 November 2021 dan bahkan hingga sore ini baru semua terlengkapi. 

"Pokoknya gitu, baru sore ini semua usulan dari 38 kabupaten/kota masuk. Kalau besok sudah harus diputuskan. Begitu ya," tandas Khofifah

Untuk detail berapakah usulan besaran UMK yang telah masuk dari masing masing kabupaten kota, Khofifah belum bisa menyebutkan. Namun ia memastikan bahwa semua usulan yang masuk akan dilakukan pembahasan yang rigid. 

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan, puluhan ribu buruh melakukan aksi di depan Gedung Negara Grahadi. Para massa aksi tersebut datang dari berbagai daerah dan perusahaan. 

Dengan menggunakan kendaaran bus, truk, dan sepeda motor, mereka para buruh memusatkan aksi bersama di depan Gedung Negara Grahadi dengan harapan bisa ditemui langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Para kalangan buruh yang berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi hari ini didominasi oleh pekerja dari perusahaan yang ada di ring satu Jawa Timur. Yaitu dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan juga dari Mojokerto. 

Para pekerja yang melakukan aksi demonstrasi membawa poster poster menyuarakan tuntutan mereka. Para buruh meminta agar Gubernur Khofifah berpihak pada buruh dan memberikan kebijakan kenaikan UMK dengan tidak berdasar pada PP Nomor 36 Tahun 2021. 

Dalam orasinya buruh tersebut juga meminta agar kenaikan UMK sesuai dengan tuntutan mereka dengan mangacu UU No 13 Tahun 2003. Bukan hanya sebesar 1 persen sebagaimana aturan PP Nomor 36 Tahun 2021 yang dijadikan acuan dalam penentuan upah tahun 2022.

Tidak hanya menyoal UMK, dalam aksinya kalangan buruh juga meminta Gubernur Khofifah untuk merevisi Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/783/KPTS/013/2021 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Timur tahun 2022 dan melalukan pembahasan ulang UMK 2022 tanpa menggunakan PP No 36/2021.

"Kami tegaskan agar Gubernur berpihak pada kami, untuk segera melakukan pembahasan ulang dengan mengacu kepada UU nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Jangan mengacu pada PP nomor 36, karena saat ini tengah ditangguhkan oleh MK," ujar Jazuli, Jubir Gasper Jatim. 

Namun hingga aksi berakhir petang hari setelah adzan salat maghrib, Gubernur Khofifah tidak menemui buruh yang menggelar aksi demonstasi di depan Gedung Negara Grahadi tersebut. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved