Breaking News:

Berita Kota Madiun

Defisit Produksi, Kebutuhan Beras di Kota Madiun Harus Dipasok Daerah Lain: Tak Ada Kerawanan Pangan

Defisit produksi, kebutuhan beras di Kota Madiun harus dipasok daerah lain, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan: Tak ada kerawanan pangan.

TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Ilustrasi pedagang beras - Defisit produksi, kebutuhan beras di Kota Madiun harus dipasok daerah lain, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan: Tak ada kerawanan pangan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Untuk memenuhi kebutuhan beras, Kota Madiun masih mengharapkan pasokan dari daerah lain.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Muntoro Danardono, mengatakan saat ini konsumsi beras Kota Madiun mencapai 15 ribu ton per tahunnya.

Sedangkan produksi beras Kota Madiun hanya 7 ribu ton per tahun.

"Jadi kita ini masih mengharapkan pasokan dari luar daerah" kata Muntoro Danardono, Selasa (30/11/2021).

Beberapa daerah yang menjadi langganan pemasok beras untuk Kota Madiun adalah Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Kabupaten Madiun. 

"Tapi walaupun produksi kita kurang, prinsipnya untuk Kota Madiun tidak ada kerawanan pangan," jelasnya.

Untuk tren konsumsi beras Kota Madiun per tahunnya masih fluktuatif, mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19 (virus Corona).

"Konsumsi yang besar itu saat Hari Raya Idul Fitri. Kalau tahun itu tidak ada orang mudik, ya konsumsi beras kita menurun. Tapi kalau ada hari raya (pemudik) bisa 15 ribu ton ke atas per tahun," jelas Muntoro Danardono.

Luasan lahan produktif di Kota Madiun saat ini mencapai 900 hektare.

Baca juga: Kurangi Ketergantungan Beras, Masyarakat Kota Madiun Diajak Konsumsi Olahan Makanan Lokal

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved