Breaking News:

Berita Nganjuk

Ganti Kerugian 113 Bidang Tanah untuk Bendungan Semantok Nganjuk Mulai Dibayar Pemerintah

Setelah penghitungan ulang harga tanah, ganti kerugian 113 bidang tanah untuk Bendungan Semantok Nganjuk mulai dibayar pemerintah

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Warga saat menyelesaikan proses pembayaran nilai ganti kerugian tanah untuk Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk, Senin (29/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Sebanyak 113 bidang tanah milik warga mendapatkan biaya ganti rugi untuk pengadaan tanah pembangunan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ini setelah proses negosiasi yang cukup panjang dengan adanya perbaruan harga ganti rugi tanah sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang mengalami kenaikan.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menjelaskan, panjangnya proses pembebasan tanah milik warga tersebut dikarenakan adanya penghitungan ulang harga tanah.

Penghitungan ulang tersebut berjenjang, mulai dari BPN Kabupaten Nganjuk, BPN Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur, hingga ke BPN pusat dan sejumlah kementerian.

"Alhamdulillah perjuangan cukup panjang untuk bisa mendapatkan ganti kerugian tanah dengan harga lebih layak sesuai NJOP terbaru Kabupaten Nganjuk bisa disetujui, dan hari ini mulai dibayarkan kepada warga," kata Marhaen Djumadi usai menyerahkan biaya ganti rugi tanah Bendungan Semantok kepada warga Desa Sambikerep dan Desa Tritik, Senin (29/11/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, dari sebanyak 255 bidang tanah warga di dua desa harus dibebaskan untuk Bendungan Semantok.

Dalam tahap awal sebanyak 113 bidang tanah yang sudah disetujui untuk pembayaran ganti kerugian. Di mana 65 bidang tanah milik warga Desa Sambikerep dan 48 bidang tanah milik warga Desa Tritik. Sisanya sebanyak 142 bidang tanah saat ini masih diusulkan dan diproses untuk mendapatkan biaya ganti kerugian dari pemerintah pusat.

"Masih ada tiga bidang tanah yang pemiliknya belum menyetujui pembebasan. Kami akan melakukan pembicaraan kekeluargaan dengan warga tersebut agar bersedia tanda tangan dan mendapatkan nilai ganti kerugian seperti yang lainnya sebelum terpaksa nilai ganti kerugian dititipkan ke pengadilan," ucap Marhaen Djumadi.

Baca juga: Bupati Nganjuk Perjuangkan Nilai Ganti Tanah Warga yang Sesuai untuk Proyek Bendungan Semantok

Dikatakan Marhaen Djumadi, Bendungan Semantok merupakan proyek strategis nasional yang dibangun di Kabupaten Nganjuk.

Bendungan Semantok sebagai bendungan terpanjang di Asia Tenggara yang mencapai lebih dari 3 kilometer tersebut akan difungsikan untuk mengatasi kekurangan air, mengatasi banjir, menyediakan pengairan di sawah, untuk pariwisata dan sebagainya.

"Maka dari itu, kami mengajak semua masyarakat di Kabupaten Nganjuk untuk mendukung proyek strategis nasional Bendungan Semantok tersebut, karena manfaatnya cukup banyak yang semuanya untuk masyarakat Nganjuk," ujar Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, Pemkab Nganjuk menyampaikan terima kasih kepada warga, khususnya warga Desa Sambikerep dan Desa Tritik yang telah merelakan tanahnya untuk proyek strategis nasional Bendungan Semantok. Demikian pula kepada semua pihak yang telah ikut mendukung terwujudnya proyek strategis nasional Bendungan Semantok di Kecamatan Rejoso.

"Tentunya ke depan Bendungan Semantok akan menjadi ikon andalan Kabupaten Nganjuk sekaligus sebagai sumber PAD untuk pembangunan ke depannya," tutur Marhaen Djumadi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved