Breaking News:

Berita Madiun

Rumah Kiai di Madiun Punya Tempat Ibadah 5 Agama, Dibangun Sejak Tahun 1980

Sebuah rumah megah berdiri di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Berbeda dengan rumah yang lain, rumah ini mempunyai tempat ibadah

TRIBUNJATIM.COM/Sofyan Arif Candra
Sebuah rumah megah berdiri di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Rumah ini mempunyai tempat ibadah 5 agama. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Sebuah rumah megah berdiri di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Berbeda dengan rumah yang lain, rumah ini mempunyai tempat ibadah dari lima agama.

Mulai dari Mushola, Klenteng, Vihara, Pura, hingga Gereja.

Kepala Desa Bulakrejo, M Zaenuri mengatakan rumah tersebut dibangun secara bertahap oleh KH Ali Mursyid sejak tahun 1980.

Zaenuri menyebut, almarhum KH Ali Mursyid merupakan mantan kepala desa dan tokoh agama setempat yang pernah menimba ilmu dari berbagai pondok pesantren.

"Beliau ini bukan pengusaha, tapi dulu menjadi paranormal. Ketika ada yang sakit bisa diobati hingga sembuh, keluarganya ini kembali lalu memberi hadiah," kata Zaenuri, Rabu (1/12/2021).

Tamu dari KH Ali Mursyid bermacam-macam, mulai dari masyarakat sekitar, pengusaha, hingga pejabat dari berbagai daerah.

"Saat berhasil disembuhkan, ada yang menyumbang semen, pasir, dan yang lain. Jadi membangunnya berkelanjutan, tidak langsung jadi," jelas Zaenuri.

Rumah tersebut mempunyai luas 0,25 hektar yang berdiri di tanah seluas 1,5 hektar.

Zaenuri mengatakan KH Ali Mursyid tidak mempunyai keturunan karena memang tidak pernah menikah hingga meninggal pada tahun 2007 lalu.

Saat ini, rumah tersebut dihuni oleh keponakan KH Ali Mursyid yaitu Ali Muslih.

"Pak Ali Muslih ini pernah tinggal di Arab Saudi cukup lama. Saat ini usianya sekitar 54 tahun dan belum menikah juga," jelas Zaenuri yang pernah menjadi Cantrik KH Ali Mursyid.

Namun, Ali Muslih ini tidak menjadi paranormal ataupun tabib seperti KH Ali Mursyid.

Kini, rumah tersebut dibuka untuk umum yang bebas dikunjungi oleh siapapun.

"Yang berkunjung bebas, asalkan tujuannya baik dipersilakan," tambahnya.

Sementara itu, seorang pengunjung, Ulin Nikmah jauh-jauh datang dari Ngawi untuk melihat keunikan rumah tersebut.

Menurutnya rumah tersebut bisa dijadikan tempat untuk refreshing dan menghilangkan penat dari kegiatan sehari-hari.

"Tadi lihat-lihat di google kok ada tempat wisata baru. Kebetulan tadi dari tempat saudara di Madiun lalu mampir," kata Ulin.

Ia terkesan dengan adanya tempat ibadah yang berdiri berdampingan.

Pengunjung lain, Ulin Nasfiyah melihat rumah milik KH Ali Mursyid tersebut unik karena terdapat tempat ibadah lima agama. 

"Ini menunjukkan adanya keragaman. Ketika kita kesini dengan latar belakang agama masing-masing lalu melihat ada rumah ibadah yang berdiri berdampingan bisa memupuk kerukunan," kata Nasfiyah.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved