Berita Kota Malang

Kota Malang Berhasil Masuk dalam 10 Kota Kreatif 2021 oleh KaTa Kreatif Indonesia

Kota Malang berhasil masuk dalam 10 Kota Kreatif 2021 oleh KaTa Kreatif Indonesia. Sutiaji: Diawali dengan dibukanya jurusan teknologi informasi.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Humas Pemkot Malang
Perwakilan dari Kota Malang saat menerima penghargaan sebagai 10 kota kreatif 2021 oleh KaTa Kreatif Indonesia, Selasa (30/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kota Malang kembali masuk ke dalam 10 kota/kabupaten kreatif di Indonesia.

Kota yang dikenal sebagai kota pendidikan ini bersanding dengan kota/kabupaten lainnya yang juga ditasbihkan sebagai Kota Kreatif 2021.

Di antaranya ialah Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Majalengka, Kota Malang, Kabupaten Rembang, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Kota Palembang, Kota Semarang, dan Kota Surakarta

Penunjukan Kota Malang sebagai kota kreatif dilakukan oleh KaTa Kreatif Indonesia di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (30/11/2021).

Kota Malang dipilih, karena memiliki keunggulan di bidang industri kreatif, yakni subsektor aplikasi dan game.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, Kota Malang ini berasal dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan Malang Raya.

Dengan luas wilayah sebesar 110,06 km2, berdiri 62 perguruan tinggi di Kota Malang yang membuat kota ini juga disebut sebagai kota pendidikan.

“Subsektor aplikasi dan game ini tumbuh sejak 2002 diawali dengan dibukanya jurusan yang berkaitan dengan teknologi informasi di beberapa perguruan tinggi di Kota Malang,” ujar Sutiaji saat membeberkan asal muasal industri kreatif di Kota Malang.

Selain itu, tren global yang saat itu mulai mengarah ke industri digital membuat Kota Malang menjadi ladang tumbuhnya ekosistem dalam subsektor aplikasi dan game ini. 

Di Kota Malang, total ada 92 perusahaan, studio/startup. Ada yang sudah dalam perusahaan produk maupun dalam usaha jasa (based on service).

“Lebih dari 2.200 serapan tenaga kerja. Freelancer atau pekerja lepas maupun yang sudah termasuk dalam tim/studio/perusahaan. Kemudian lebih dari 4.800 lulusan sarjana per tahun, 10 perguruan tinggi dengan jurusan yang berkaitan dengan aplikasi dan game," ucapnya.

Tahapan subsektor aplikasi dan game di Kota Malang, ini dijelaskan Sutiaji yakni berawal pada 2003 silam, di mana Universitas Brawijaya Malang membuka jurusan Informatika.

Kemudian di 2011 berdiri Komunitas Start up Singo Edan (Malang Stasion).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved