Breaking News:

Berita Madiun

UMK Kota Madiun Tahun 2022 Naik Rp 36.400, Wali Kota Maidi Langsung Nego Pengusaha

Upah Minimum Kota (UMK) Kota Madiun tahun 2022 naik Rp 36.400 jika dibandingkan UMK Kota Madiun tahun 2021

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Wali Kota Madiun, Maidi, saat ditemui di Depan Balai Kota Madiun, Jalan Pahlawan Kota Madiun, Selasa (26/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Upah Minimum Kota (UMK) Kota Madiun tahun 2022 naik Rp 36.400 jika dibandingkan UMK Kota Madiun tahun 2021.

Jika pada tahun 2021, UMK Kota Madiun sebesar Rp1.954.705, tahun 2022 UMK Kota Madiun ditetapkan sebesar Rp1.991.105,79.

Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan semua pihak baik burun maupun pengusaha harus menerima dengan kenaikan UMK tersebut.

Baca juga: Peringati Hari Disabilitas Internasional, Polresta Malang Kota Salurkan Bantuan Kepada YPAC Malang

Maidi tidak ingin ada pihak yang memaksakan kehendaknya dalam pelaksanaan UMK tahun 2022 yang telah ditetapkan oleh Gubernur Jatim.

Daripada mempermasalahkan kenaikan UMK, Maidi lebih memilih memfokuskan perhatiannya agar pengusaha mampu membayar buruh sesuai UMK.

"Pada masa Pandemi ini, ada buruh yang kerjanya cuma 3 minggu dalam satu bulan karena perusahaannya belum stabil. Tentunya gajinya tidak bisa sesuai UMK," kata Maidi, Jumat (3/12/2021).

Untuk itu, Maidi akan mencoba melakukan negoisasi dengan pengusaha agar bisa membayar upah buruh sesuai UMK.

Terutama buruh-buruh yang kebutuhan ekonominya tinggi agar diberi jadwal masuk lebih banyak sehingga upahnya lebih tinggi.

"Kita menormalkan perusahaan dulu. Kalau anda menuntut ini itu, lalu perusahaan tidak mampu membayar justru bangkrut dan pengangguran semakin bertambah," tambah Mantan Sekda Kota Madiun ini.

Maidi sendiri bersyukur hingga saat ini pihak buruh ataupun pengusaha di Kota Madiun bisa menerima dengan kenaikan UMK sebesar Rp 36.400 tersebut.

"Perusahaan dan buruh ini milik bersama. Perusahaan tanpa buruh tidak bisa jalan, ada buruh tidak ada perusahaan ya tidak jalan. Harus ada pengertian agar semuanya bisa jalan," pungkasnya.

Kumpulan berita Madiun terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved