Breaking News:

Berita Gresik

Napi di Lapas Gresik Kendalikan Narkoba di Surabaya, Pergerakan yang Sudah Lama Jadi Incaran Polisi

Seorang narapidana di Rumah Tahanan Kelas II B Gresik mengendalikan narkoba di Surabaya. Hal ini terkuak dari pengakuan seorang pengedar narkoba

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
shutterstock
Ilustrasi kasus narkoba di Gresik 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Seorang narapidana di Rumah Tahanan Kelas II B Gresik mengendalikan narkoba di Surabaya.

Hal ini terkuak dari pengakuan seorang pengedar narkoba yang ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya pada Selasa (7/12/2021) kemarin. 

Diketahui, tersangka yang diamankan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya itu berinisial MH (26 Tahun) seorang laki-laki karyawan perusahaan swasta warga Wiyung, Surabaya ditangkap pada Kamis (25/11/2021) lalu. 

Dia ditangkap di rumahnya bersama sejumlah barang bukti diduga narkoba jenis ekstasi dan juga sejumlah pil yang diduga mengandung psikotropika, diamankan tanpa perlawanan. 

Kepada awak media, Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Daniel Marunduri mengatakan, tersangka MH mengaku mendapatkan sejumlah pil warna meray muda berlogo ferrari terbungkus plastik klip diduga extacy seberat 4,18 gram itu dari seseorang berinisial AK. 

Baca juga: Maling Obok-obok Buduran Sidoarjo, Sepeda Mahal Milik Warga Langsung Raib

MH mendapatkan barang itu dari AK pada Rabu (24/12/2021) sore pukul 16.00 WIB dengan cara diranjau di kawasan Ampel, Surabaya

Selain extacy, MH juga memiliki satu klip plastik berisi 45 butir pil warna putih dengan logo minus, diduga Psikotropika bermerk dagang Alprazolam dan juga pil Dumolid dari KM. 

KM yang disebutkan oleh MH merupakan seorang pengedar narkoba yang pergerakannya sudah lama diincar Satresnarkoba dan sudah tertangkap beberapa waktu sebelumnya. 

"Berdasarkan keterangan yang kami dapat, AK merupakan seorang narapidana di salah satu lapas di Gresik. Tersangka MH mengaku, dia dapat barang kiriman dari AK sudah 4 kali dan mendapat upah Rp200 ribu-Rp300 ribu. Sedangkan dari KM, dia sudah dua kali dapat kiriman langsung ke rumahnya,” kata Daniel dalam keterangan tertulis kepada awak media, Selasa (7/12/2021) kemarin. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved