Breaking News:

Berita Madiun

ODHA Wanita Pekerja Sosial Madiun Sulit Dijangkau, Warung Jadi Kedok dan Sering Pindah Lokasi

Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun mengaku semakin kesulitan untuk menjangkau para ODHA (orang dengan HIV AIDS)

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi HIV/AIDS di Madiun 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun mengaku semakin kesulitan untuk menjangkau para ODHA (orang dengan HIV AIDS).

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan sulitnya KPAD menjangkau para ODHA yang pertama adalah ditertibkannya lokalisasi.

Penertiban lokalisasi ini bertujuan agar wanita pekerja sosial (WPS) meninggalkan pekerjaan sebelumnya dan mencari pekerjaan lain yang lebih baik.

Namun nyatanya, mereka justru kembali menjajakan diri di sejumlah tempat baru.

Baca juga: Jalur Madura Tutup Sementara, Truk Bermuatan Batu Bata Ringan Mogok di Blega Bangkalan

"Tidak adanya (lokalisasi) Gude (Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan) ini mereka jadi berkeliaran, sehingga semakin sulit untuk menjangkau mereka agar kita berikan penyuluhan untuk menjaga kesehatan," kata Pengelola Program dan Keuangan KPAD Kabupaten Madiun, Lenny Dwi Ambarsari, Kamis (9/12/2021).

Lenny menyebutkan para WPS tersebut mobilisasi nya sangat tinggi, berpindah dari satu titik ke titik lainnya baik di dalam Kabupaten Madiun maupun ke luar daerah.

Faktor yang kedua, adalah adanya prostitusi terselubung berkedok warung.

"Misalnya di arah jalan Ngawi itu ada beberapa warung, lalu stadion dan terminal Mejayan juga ada. Mereka memanipulasi warung sedangkan eksekusinya di belakang warung," lanjutnya.

Lenny pun harus berusaha mendekati secara personal ke masing-masing komunitasnya terutama ketua atau pentolan komunitas tersebut.

"Saya koordinasi dengan yang pegang sana, kita beri ketegasan kalau ada penertiban ya tidak boleh melawan karena itu resiko pekerjaan mereka," kata Lenny.

"Kita sudah berungkali mendekati para WPS untuk berhenti dari pekerjaannya. Tapi dia tanya balik ke kita apa kita bisa menghidupi keluarganya kalau dia berhenti bekerja," lanjutnya.

Saat ini, jumlah ODHA di Kabupaten Madiun mencapai 957 orang. Dari jumlah tersebut sebaran paling banyak terdapat di Kecamatan Jiwan dengan jumlah 130 pasien.

Lalu Kecamatan Saradan 104 pasien, Kecamatan Pilangkenceng 90 pasien, Kecamatan Geger 84 pasien, Kecamatan Dolopo 71 pasien, sedangkan lainnya tersebar di kecamatan lain.

Kumpulan berita Madiun terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved