Breaking News:

Berita Banyuwangi

Festival Merdeka Belajar, Bupati Banyuwangi Dorong Tenaga Pendidik Terus Berinovasi di Masa Pandemi

Program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) terus dikembangkan di

Penulis: Haorrahman | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/Haorrahman
Bupati Ipuk Geber Banyuwangi Ayo Mengajar, Terjunkan 400 Relawan ke Sekolah di Desa 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) terus dikembangkan di Banyuwangi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memotivasi sekolah yang mengadaptasi program tersebut dengan menggelar Festival Merdeka Belajar (FMB). 

FMB yang digelar Sabtu (12/12/2021) secara hybrid tersebut, merupakan puncak dari serangkaian pendampingan dan monitoring terhadap program merdeka belajar yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang bahagia, merdeka dalam berpikir dan berekspresi bagi siswa maupun para guru. 

"Program Merdeka Belajar ini merupakan program yang strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Bagaimana pendidikan kita semakin inklusif dan tidak sekadar terkungkung pada formalitas birokratis," ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka langsung kegiatan tersebut secara virtual.

Dengan konsep Merdeka Belajar, lanjut Ipuk, para siswa dan guru dapat menyesuaikan diri dengan situasi pandemi. Kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung melalui berbagai alternatif yang memadai, dengan memanfaatkan media teknologi.

“Menggunakan teknologi, kegiatan pembelajaran akan semakin mudah. Belajar tidak harus di sekolah, namun bisa dilakukan di mana saja. Mungkin di taman, di café, atau tempat lainnya yang membuat siswa merasa nyaman dan senang menerima pelajaran,” kata Ipuk.

Ipuk juga meminta para guru agar mampu menyesuaikan diri dengan penggunaan teknologi sebagai perangkat mengajarnya.

“Guru pun juga demikian. Bisa mengajar dari mana saja. Misalnya saat sedang berada di luar daerah, guru tetap bisa memberikan pelajaran kepada siswanya. Jadi tidak ada alasan lagi siswa tidak mendapat pelajaran karena gurunya sedang ada kepentingan,” imbuh Ipuk.

Selain itu, Ipuk pun mendorong agar tenaga pendidik bisa terus berinovasi sehingga proses pendidikan tetap berjalan optimal. 

“Saat ini kita sudah memasuki era society 5.0. Tidak boleh lagi ada guru yang masih gaptek. Guru harus bangkit, terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan inovasi untuk memberikan pelayanan yang semakin baik kepada siswa. Lewat Merdeka Belajar, mari kita ciptakan suasana belajar yang semakin nyaman dan membahagiakan,” pinta Ipuk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved