Breaking News:

Berita Madiun

Pilkades Serentak Kabupaten Madiun, Kampanye Dibatasi 50 Orang serta Terapkan Libur Daerah

143 desa di Kabupaten Madiun akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak yang akan dilaksanakan pada 20 Desember 2021 nanti.

TRIBUNJATIM.COM/Sofyan Arif Candra
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Madiun Joko Lelono 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - 143 desa di Kabupaten Madiun akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak yang akan dilaksanakan pada 20 Desember 2021 nanti.

Saat ini Pemkab Madiun tengah melakukan pembekalan dan persiapan teknis kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjelang hari H.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintah Kabupaten Madiun Joko Lelono mengatakan pelaksanaan Pilkades serentak ini sangat memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan.

Terutama pada masa kampanye, semua calon kepala desa dilarang mengumpulkan masa atau pendukungnya.

Para para calon kepala desa dipersilakan untuk menyampaikan visi dan misi tanpa ada arak-arakan yang menimbulkan kerumunan masyarakat.

"Calon kepala desa akan kita fasilitasi untuk menyampaikan program yang dia usung ketika terpilih menjadi kepala desa," ucap Joko, Minggu (12/12/2021)

Teknisnya, setiap calon kepala desa dibatasi waktu tertentu dalam menyampaikan visi dan misinya di lokasi yang sudah ditentukan oleh panitia.

"Waktunya dibatasi, pesertanya juga dibatasi 50 orang saja. Kalau ngeyel mengumpulkan masa maka ada satgas kabupaten kecamatan dan desa yang akan menertibkan," lanjutnya.

Untuk mendorong tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkades Serentak tersebut, Pemkab Madiun akan menerapkan libur daerah selama satu hari pada hari pencoblosan.

"Peraturannya sedang diproses, tanggal 20 Desember ada libur daerah dalam rangka memaksimalkan Pilkades serentak," terang Joko.

Kepada masyarakat, Joko mengimbau agar bisa menjaga kondusivitas dan kerukunan dalam momentum Pilkades serentak ini.

"Ini gawe kita bersama. Maka demi berlangsungnya Pemdes, mohon dinamika dalam Pilkades bisa diterima dengan arif bijaksana untuk kepentingan yang lebih besar," jelas Joko.

Pemkab Madiun juga telah menyiapkan tim penyelesaian sengketa untuk memfasilitasi mediasi jika ada perselisihan dalam Pilkades.

"Yang penting jangan ada anarkisme karena ada pihak yang berwenang yang bisa menyelesaikan sengketa tersebut," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved