Breaking News:

Berita Madiun

Perusak Lapak UMKM di Madiun Ternyata Oknum Polisi, Kapolres: Sudah Dicopot

Seorang oknum anggota Bhabinkamtibmas di Kota Madiun menjadi pelaku pengrusakan lapak UMKM Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Tangkapan Layar Rekaman CCTV Lapak UMKM Tawangrejo Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Seorang oknum anggota Bhabinkamtibmas di Kota Madiun menjadi pelaku pengrusakan lapak UMKM Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Aksi yang dilakukan pada Minggu (12/12/2021) dini hari tersebut terekam CCTV dan membuat Wali Kota Madiun, Maidi geram.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan saat ini pelaku sudah dicopot dari tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas hari itu juga.

"Pelakunya sudah dicopot jadi Bhabinkamtibmas. Sudah di ganti hari minggu kemarin," kata Dewa, Selasa (14/12/2021).

Dewa sendiri belum mengetahui secara pasti motifasi pelaku melakukan perbuatan tidak terpuji itu, namun pelaku sudah mengakui perbuatannya.

"Menurut keterangan yang bersangkutan merasa tidak diajak diskusi tentang pendirian dan lain-lain saya juga tidak mengerti masalah dia apa gitu," jelas Dewa.

"Yang jelas dia jam 3 subuh baru bangun, entah apa dipikirkannya yang jelas perbuatan dia salah," lanjutnya.

Baca juga: Masyarakat Identikkan Nataru dengan Hiburan, Pemkab Tuban: Harus Dikendalikan di Masa Pandemi

Menurut Dewa, apapun masalahnya bisa dikomunikasikan dengan baik-baik.

Lebih lanjut, walaupun kasus ini dilakukan oleh anak buahnya, Dewa memastikan proses hukum tetap berjalan.

"Menurut saya tetap ada pasal 406. Cuman proses pidana itu ada beberapa penyelesaiannya. Bisa peradilan atau melalui restorative justice," jelas Dewa.

"Nanti saya lihat dulu perkembangan orang ini terhadap para korban dalam hal ini kan Pemkot (Madiun)," tambahnya.

Dewa sendiri belum bisa berandai-andai apakah proses hukum tidak berlanjut jika pihak Pemkot Madiun memaafkan.

"Tergantung dari korban dan pelaku. Pelaku ada upaya minta maaf atau tidak. Korban bisa minta ganti rugi dan sebagainya, (kerugiannya) itu kan fisik," terang mantan Wakapolres Malang Kota tersebut.

Kumpulan berita Madiun terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved