Breaking News:

Berita Trenggalek

Prasati Kamulan Pulang Ke Trenggalek, dan Ditempatkan di Pendopo, Spirit Baru Kebangkitan Trenggalek

Prasasti Kamulan, yang menjadi dasar Hari Jadi Kabupaten Trenggalek, telah dipindahkan dari Museum Daerah Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek, Kamis

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Aflahul Abidin
Pemindahan Prasasti Kamulan ke Kabupaten Trenggalek, Kamis (16/12/2021). Prasasti ini ditempatkan di area sekitar pendopo. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEKPrasasti Kamulan, yang menjadi dasar Hari Jadi Kabupaten Trenggalek, telah dipindahkan dari Museum Daerah Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek, Kamis (16/12/2021).

Di Kabupaten Trenggalek, prasasti ini ditempatkan di salah satu sudut pendopo kabupaten.

Khusus untuk penempatan prasasti, pemkab membangunkan gazebo khusus agar prasasti tersebut terawat selama berada di “rumah asalnya”.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berterima kasih kepada Pemprov Jatim dan Pemkab Tulungagung karena telah mengizinkan Prasasti Kamulan pulang ke Trenggalek.

“Saya kemarin dibantu oleh Bapak Wakil Bupati Tulungagung untuk komunikasi awal. Kemudian dilanjutkan dengan Bupati Tulungagung. Sehingga akhirnya kami diizinkan untuk memboyong Prasasti Kamulan ini,” ujar Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Pulangnya Prasasti Kamulan, kata Mas Ipin, menjadi simbol bahwa jiwa dan roh dari pusaka telah kembali ke Kabupaten Trenggalek.

“Ini bukan hanya menjadi benda sejarah. Tapi juga menjadi spirit baru bahwa ini awal kebangkitan dari Trenggalek,” ungkap dia.

Korwil Balai Pemeliharaan Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Wilayah Tulungagung, Hariyadi, mengatakan, pemindahan Prasasti Kamulan bisa dilaksanakan karena adanya kesepakatan antara kedua wilayah, yakni Tulungagung da Kediri.

Prasasti Kamulan bisa berada di Tulungagung karena dulunya Kamulan yang sekarang adalah desa di Trenggalek merupakan wilayah Tulungagung.

“Zaman Belanda, benda belum terawat dipindahkan ke Tulungagung. Karena atas permohonan Bupati Trenggalek dan karena Prasasti Kamulan memiliki dasar berdirinya Kabupaten Trenggalek, tentu itu menjadi pertimbangan Bupati Tulungagung,” sambung dia.

Hariyadi menjelaskan, kepemilikan Prasasti Kamulan masih berada di bawah kewenangan BPCB Jatim.

“Prasasti ini registrasinya nasional dan dikelola oleh BPCB Jatim. Meski pindah tempat, perawatan, pengawasan, dan konsultasi tetap di BPCB Jatim. Meski pengelolaannya sekarang oleh Kabupaten Trenggalek,” ujarnya. (fla)

Kumpulan berita Trenggalek terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved