Breaking News:

Berita Madura

Lestarikan Olahraga Tradisional Karapan Sapi, Masyarakat Diberi Pelatihan Digital

Olahraga tradisional banyak mengandung keunikan-keunikan, yang sudah jarang atau mungkin tidak ditemui dalam masyarakat modern 

Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Tim Universitas negeri Surabaya, yang dipimpin oleh Dr. Andun Sudijandoko, M.Kes, dan beranggotakan 3 dosen yaitu Hijrin, Aziz, dan Fikri melakukan pemberdayaan masyarakat kampung karapan sapi Bangkalan dengan meyelenggarakan pelatihan digital bagi masyarakat sebagai upaya pelestarian olahraga tradisional karapan sapi di kabupaten bangkalan. 

TRIBUNJATIM.COM, MADURA - Olahraga tradisional banyak mengandung keunikan-keunikan, yang sudah jarang atau mungkin tidak ditemui dalam masyarakat modern. 

Olahraga tradisional juga bisa dikatakan sebagai olahraga masyarakat dulu atau olahraga tradisional merupakan cerminan dari budaya masyarakat dulu.

Keunikan-keunikan tersebut tidak hanya menjadi sesuatu yang menarik dan enak ditonton, tetapi juga merupakan sajian yang mungkin tidak dijumpai di tempat lain. 

Olahraga tradisional juga bisa menjadi objek wisata yang disajikan kepada para wisatawan. 

Orang datang ke suatu daerah bukan hanya sekedar ingin berolahraga tradisional tersebut juga ingin menikmati keunikan dan sebagai ragam budaya bangsa.

Namun kondisi pandemi membuat perubahan signifikan terhadap pagelaran karapan sapi yang ada di kabupaten bangkalan, karena keterbatasan kondisi yang mengharuskan social distancing dan membatasi kerumunan, event karapan sapi hampir jarang untuk diselenggarakan.

Baca juga: Raih Penghargaan P2HAM, Bapas Malang Berkomitmen Berikan Pelayanan Terbaik

Tim Universitas negeri Surabaya, yang dipimpin oleh Dr. Andun Sudijandoko, M.Kes, dan beranggotakan 3 dosen yaitu Hijrin, Aziz, dan Fikri melakukan pemberdayaan masyarakat kampung karapan sapi Bangkalan dengan meyelenggarakan pelatihan digital bagi masyarakat sebagai upaya pelestarian olahraga tradisional karapan sapi di Kabupaten Bangkalan.

Sejumlah hampir 50 orang menjadi peserta pelatihan tersebut, serta dihadiri oleh dispora kabupaten bangkalan dan beberapa camat terkait. 

Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir, dengan materi penguatan literasi digital dan conten kreatif creator.

'Harapannya dengan pelatihan digital ini, masyarakat lebih terbuka dalam mengemas pertunjukan olahraga tradisional khususnya karapan sapi, dan kedepan memiliki kreatifitas dalam membuat konten digital yang terkait dengan pertunjukan karapan sapi," ucap Andun Sudidjandoko, Jumat (17/12/2021) 

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved