Breaking News:

Female Fair

Waspada Endometriosis pada Wanita, Bisa Sebabkan Nyeri Berkepanjangan hingga Sulit Hamil

Waspada endometriosis pada wanita, bisa sebabkan nyeri berkepanjangan hingga sulit hamil. Kenali gejala-gejalanya!

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Melia Luthfi
Female's Talks: Obgyn Pentingnya Kesehatan Reproduksi untuk Wanita Tangguh di acara Female Fair yang diselenggarakan oleh Harian Surya dan Tribun Jatim di Ciputra World Surabaya, Jumat (17/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Endometriosis atau penyakit yang terjadi pada organ reproduksi wanita merupakan kondisi tumbuhnya jaringan yang biasa melapisi rahim, namun tumbuh di luar rahim.

Endometriosis ini memicu terjadinya nyeri hebat hingga perekatan organ reproduksi yang menyebabkan infertilitas atau ketidaksuburan.

Dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Darmo Surabaya, dr Christina Meilani Susanto, SpOG, M.Ked.Klin menjelaskan, endometriosis kerap telat disadari. Banyak kasus penderita endometriosis yang datang ketika levelnya sudah lanjut.

"Karena endometriosis ini tidak memuncukkan gejala yang sangat terlihat, banyak yang tidak tahu kalau terkena kondisi ini. Padahal, bahanya endometriosis ini bisa menyebabkan kista hingga kondisi tidak subur," jelas dr Christina Meilani Susanto di acara Female's Talks: Obgyn Pentingnya Kesehatan Reproduksi untuk Wanita Tangguh di acara Female Fair yang diselenggarakan oleh Harian Surya dan Tribun Jatim di Ciputra World Surabaya, Jumat (17/12/2021).

Tumbuhnya jaringan endometrium (sel pelapis dinding rahim) di luar rahim menyebabkan beberapa masalah. Menurut dr Christina, jaringan tersebut bisa tumbuh di dinding rahim luar, otot rahim, hingga di indung telur.

Jaringan endometrium yang melekat pada otot rahim dan membesar bisa menyebabkan rahim juga membesar. Jika endometrium tumbuh di indung telur dan mengantung akan menyebabkan timbulnya kista.

"Perekatan organ reproduksi pada wanita akibat endometriosis juga berbahaya. Banyak kasus pasangan sulit hamil karena kondisi ini. Jadi harus dilakukan upaya bedah medis," ungkap dokter yang juga tergabung dalam GMITS (Gynecologic Minimally Invasive Treatment Surabaya) atau @trust.gmits.

Yang memperparah kasus endometriosis di Indonesia adalah telatnya diagnosa. Banyak yang datang ke dokter dalam kondisi endometriosis akut. Ditambah lagi, penyebab pasti endometriosis hingga saat ini belum bisa dipastikan.

Baca juga: Mitos dan Fakta Soal Vaginismus, Bahaya, Jangan Diabaikan! Bisa Ganggu Keberlangsungan Rumah Tangga

"Namun kita bisa lebih waspada karena endometriosis punya beberapa gejala. Meski tidak semua terlihat. Penderita endometriosis kerap merasakan nyeri hebat terutama saat haid. Jika nyeri haid normal berlangsung 1-2 hari, penderita endometriosis bisa nyeri sampai selesai siklus," jelas dr Christina.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved