Breaking News:

MotoGP

Kenapa Mesin Motor MotoGP Mati saat Terjatuh? Begini Penjelasannya

Ajang kebut-kebutan MotoGP merupakan kejuaraan yang penuh resiko bagi para pembalapnya. Kenapa mesin motor MotoGP mati saat kecelakaan?

Editor: Taufiqur Rohman
MOTOGP.COM
Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, terjatuh pada balapan MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Minggu (11/10/2020). 

TRIBUNJATIM.COM - Ajang kebut-kebutan MotoGP merupakan kejuaraan yang penuh resiko bagi para pembalapnya.

Tak jarang, insiden kecelakaan yang menimpa pembalap bisa mengakibatkan hal-hal yang fatal.

Baik kecelakaan highside yang menimbulkan risiko buruk hingga kecelakaan lowside menimpa beberapa pembalap.

Biasanya, saat kecelakaan lowside, pembalap berusaha keras untuk melanjutkan balapan.

Setelah terjatuh, pembalap berusaha membangunkan motornya dan ingin melanjutkan balapan.

Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia saat terjatuh di MotoGP Emilia Romagna 2021.
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia saat terjatuh di MotoGP Emilia Romagna 2021. (Twitter/EverythingRacing)

Baca juga: Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Banyaknya Pembalap yang Menderita di MotoGP

Namun, pembalap yang dibantu beberapa orang marshal harus berusaha keras menyalakan motor yang mati saat kecelakaan dengan cara mendorongnya.

Kenapa mesin motor MotoGP mati saat kecelakaan?

Disarikan dari berbagai sumber, mesin motor MotoGP mati saat kecelakaan karena sensor memutus tenaga mesin ketika motor jatuh.

Sensor yang disebut lean angle atau bank angle dan beberapa penyebutan lainnya itu membaca sudut kemiringan motor.

Ketika melebihi batas dan terdeteksi motor terjatuh, sensor akan menonaktifkan mesin demi keamanan.

Halaman
12
Sumber: Gridmotor.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved