Berita Kota Malang

Semeru Berstatus Siaga, Wisatawan Tetap Bisa Kunjungi Gunung Bromo, TNBTS: Tidak Terdampak Erupsi

Gunung Semeru kini berstatus siaga, wisatawan tetap bisa mengunjungi Gunung Bromo, TNBTS: Tidak terdampak erupsi.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Fikri Firmansyah
Wisata Gunung Bromo - Gunung Semeru kini berstatus siaga, wisatawan tetap bisa mengunjungi Gunung Bromo, TNBTS: Tidak terdampak erupsi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menaikkan status Gunung Semeru dari waspada (Level II) menjadi siaga (Level III). Hal itu dikarenakan, masih tingginya aktivitas vulkanik di gunung tersebut.

Meski terjadi peningkatan status aktivitas vulkanik Gunung Semeru, wisata alam Gunung Bromo masih aman untuk dikunjungi wisatawan.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarif Hidayat.

"Sampai dengan saat ini, belum ada kebijakan ditutupnya Wisata Alam Gunung Bromo alias masih dibuka. Dan perlu diketahui, Wisata Alam Gunung Bromo tidak terdampak erupsi Gunung Semeru," ujar Sarif Hidayat kepada TribunJatim.com, Minggu (19/12/2021).

Dirinya menjelaskan, ketentuan terkait penutupan dan pembukaan Wisata Alam Gunung Bromo masih mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 67 tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

"Tetapi, kami tetap menyampaikan terkait kewaspadaan (aktivitas Gunung Semeru), hati-hati. Tetap gunakan masker dan mengikuti arahan dan petunjuk dari petugas TNBTS," tambahnya.

Baca juga: Wisata Gunung Bromo Tetap Buka saat Libur Nataru, Wajib Pesan Tiket via Online saat Datang

Sarif Hidayat juga menambahkan, berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, disarankan dan diimbau bagi pengunjung, agar tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo.

"Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Bromo, pedagang, wisatawan dan pengelola wisata. Agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved