Breaking News:

Berita Trenggalek

Hujan Deras dan Debit Sungai Meningkat, TPJ Sepanjang 40 Meter di Trenggalek Ambrol

Hujan deras dan debit sungai meningkat, tanggul penahan jalan atau TPJ sepanjang 40 meter di Trenggalek ambrol.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Tanggul penahan jalan (TPJ) ambrol akibat tergerus arus sungai di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Senin (20/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan debit sungai yang melintas di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, meningkat.

Air sungai yang bergerak, mengikis area sempadan dan menyebabkan tanggul penahan jalan atau TPJ ambrol.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Tri Puspitasari menjelaskan, TPJ ambrol setelah wilayah di Kecamatan Suruh dilanda hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (19/12/2021) sore hingga malam hari.

“Setelah itu, sekitar pukul 21.30 WIB, debit air sungai meningkat dan menggerus tanggul penahan jalan hingga ambrol,” kata Tri Puspitasari, Senin (20/12/2021).

TPJ yang ambrol, kata dia, berada di daerah RT/RW 24/05 Desa Mlinjon. Panjang TPJ yang ambrol mencapai 40 meter, dengan ketinggian sekitar 9 meter.

Ambrolnya TPJ membuat pengguna jalan yang melintas di daerah tersebut harus berhati-hati. Lebih-lebih saat terjadi hujan deras dan debit air sungai meningkat.

Tri Puspitasari menjelaskan, petugas dari tim reaksi cepat BPBD, relawan, dan tiga pilar Desa Mlinjon telah mengecek lokasi ambrolnya TPJ pada Senin pagi.

Untuk sementara, petugas memasang tanda bahaya di lokasi untuk meminimalisir risiko berbahaya bagi pengguna jalan.

“Lokasi ambrolnya TPJ ini jaraknya sekitar 100 meter dari pemukiman warga. Jadi kalau untuk dampak ke permukiman atau rumah warga, tidak terlalu membahayakan,” sambungnya.

Baca juga: Diguyur Hujan Lebat hingga 7 Jam, Plengsengan Cor Ambrol Timpa Empat Rumah Warga Probolinggo

Puspitasari mengimbau kepada warga agar mengantisipasi bencana hidrometeorologi pada musim penghujan kali ini.

Sejak awal musim penghujan hingga saat ini, beberapa bencana dengan skala kecil hingga sedang terjadi di Trenggalek. Mayoritas bencana adalah tanah longsor dan banjir.

Beberapa kejadian tanah longsor merusak sebagian rumah warga. Ini terjadi di rumah-rumah yang berada di pinggir tebing.

Sementara banjir juga sempat merendam beberapa rumah warga, meski dalam waktu yang singkat.

“Kewaspadaan di musim penghujan seperti saat ini harus ditingkatkan. Karena Kabupaten Trenggalek memiliki kontur wilayah yang berisiko untuk terjadi bencana,” ungkap dia.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved