Breaking News:

Berita Kabupaten Malang

DPC PDIP Kabupaten Malang Mengkritik Oknum Penyinyir Baliho Puan Maharani di Wilayah Erupsi Semeru

DPC PDIP Kabupaten Malang mengkritik oknum penyinyir baliho Puan Maharani di wilayah erupsi Gunung Semeru di Lumajang: Empati tidak hanya lewat baliho

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani terpasang di depan Balai Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - DPC PDIP Kabupaten Malang mengkritik oknum-oknum yang mengkritisi baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang tersebar di wilayah bencana erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Ujaran kritik terhadap baliho Puan Maharani beredar di media sosial Instagram.

Partai berlambang banteng itu menyebut, para pengkritik baliho Puan Maharani adalah sosok yang nyinyir.

Wakil Ketua yang juga Kepala Baguna DPC PDIP Kabupaten Malang, Abdul Qodir menilai tidak ada yang salah dengan baliho Puan Maharani.

Ia menegaskan, baliho bergambar cucu Soekarno di lokasi bencana itu tidak melanggar etika.

Menurutnya, baliho tersebut mengandung pesan moral, semacam curahan empati Puan Maharani menyikapi musibah yang terjadi.

"Faktanya, empati tersebut tidak kemudian hanya lewat baliho, tapi beliau (Puan Maharani) turun langsung ke lokasi bencana menemui para korban, pun juga bantuan yang tak kunjung henti beliau salurkan secara pribadi ataupun lembaga, dari awal bencana sampai sekarang," tegas Abdul Qodir ketika dikonfirmasi, Rabu (22/12/2021).

Pria yang akrab disapa Adeng ini mengaku prihatin dengan sikap pengunggah video kritikan. Adeng menduga ujaran nyinyir terhadap Puan Maharani dibumbui sentimen politik.

Baca juga: Baliho Puan Maharani Bertebaran di Lokasi Terdampak Erupsi Semeru, Satpol PP Bakal Mencopot

"Masyarakat faham keberadaan orang-orang seperti itu di dunia ini hanya pemborosan oksigen saja. Masyarakat Lumajang korban dan terdampak erupsi justru berterima kasih dan menaruh harapan dengan hadirnya Ibu Ketua DPR RI. Sebab mereka melihat dan merasakan siapa yang benar-benar turun lapangan dan ada saat mereka menderita," kata Adeng.

Adeng berharap kepada masyarakat dan para relawan, terutama relawan dari Baguna untuk tidak terprovokasi.

Ia meminta para kader PDIP tetap mematuhi komando Ketua Umum Megawati Sukarnoputri, mengabdi untuk kemanusiaan, dan tidak membeda-bedakan pandangan dan pilihan politik masyarakat.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved