Berita Kota Blitar

Meski Kosong, Rumah Isolasi Terpusat di Kota Blitar Tetap Difungsikan untuk Antisipasi Omicron

Meski kini kosong tanpa pasien, rumah isolasi terpusat di Kota Blitar tetap difungsikan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
Kondisi rumah isolasi terpusat pasien Covid-19 di Kampus 3 PGSD UM, Jalan Ir Soekarno, Kota Blitar, Rabu (22/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Rumah isolasi terpusat di Kampus 3 PGSD Universitas Negeri Malang (UM), Jalan Ir Soekarno, Kota Blitar, tetap difungsikan, meski sekarang kondisinya kosong dari pasien Covid-19 (virus Corona). 

Pengoperasian rumah isolasi terpusat sebagai antisipasi jika terjadi ledakan ketiga kasus Covid-19, khususnya terhadap varian baru Omicron di Kota Blitar

"Untuk antisipasi menghadapi Covid-19 varian baru Omicron di Kota Blitar, khususnya yang sudah masuk di Indonesia, kami sudah diperintahkan pimpinan untuk tetap mengoperasikan rumah isolasi terpusat di Kampus PGSD UM," kata Plt Kepala Dinkes Kota Blitar, dr Dharma Setiawan, Rabu (22/12/2021). 

dr Dharma Setiawan mengatakan, saat ini kasus Covid-19 di Kota Blitar terkendali. Kota Blitar berada di level 1 dan tidak ada proses penularan Covid-19 antarwarga. 

Saat ini, kondisi rumah isolasi terpusat juga kosong, tidak ada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah isolasi.

"Tetap kami fungsikan meski tidak ada penghuni. Jadwal jaga dan pembersihan tetap dilakukan. Kami waspada bila terjadi outbreak ketiga, khususnya kasus varian baru Omicron," ujarnya. 

Dikatakannya, meski tidak berpenghuni, rumah isolasi terpusat tetap di-backup 10 dokter on call serta lima tenaga paramedis yang jaga shift pagi, siang, dan malam.

Baca juga: Antisipasi Omicron, Polisi Gelar Patroli Pastikan Penerapan Prokes di Tempat Hiburan Kota Blitar

"Ditambah dua orang tenaga administrasi, cleaning service, pengemudi dan keamanan. Untuk kegiatan pengamanan kolaborasi tiga pilar," katanya. 

Selain tetap mengoperasionalkan rumah isolasi, kata dr Dharma Setiawan, Pemkot Blitar juga meminta pendatang yang ke Kota Blitar saat libur Natal dan Tahun Baru untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. 

"Kami mengimbau warga agar melapor ke RT kalau ada pendatang di lingkungannya. Pendatang kami minta isolasi mandiri di rumah minimal lima hari," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved