Breaking News:

Female Fair

Produk Tas Jali Anyaman Makin Diminati, Himpunan Janda Berkarya Trenggalek Ambil Peluang

Produk tas jali anyaman semakin diminati, Himpunan Janda Berkarya Trenggalek ambil peluang. Gelar pameran di Female Fair 2021 di Surabaya.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sugiharto
Berbagai produk tas jali anyaman karya Himpunan Janda Berkarya (Hijab) Trenggalek yang ada di gelaran Female Fair di Ciputra World Surabaya, Selasa (21/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Belakangan ini, peminat tas jali anyaman makin banyak. Tas yang dulunya kerap dipakai untuk belanja sayur ke pasar kini banyak diminati sebagai fashion item kekinian.

Peluang naik daunnya tas jali anyaman ini dimanfaatkan oleh Himpunan Janda Berkarya (Hijab) Trenggalek. Para ibu-ibu ini menyulap jali menjadi tas bernilai jual tinggi. 

Ida Dwi Lestari, salah satu pendamping Hijab mengatakan, para ibu-ibu anggota Hijab sengaja diberi latihan khusus membuat tas jali beberapa waktu lalu.

Mendapat pendanaan dari donatur, para ibu ini semangat membuat barang bernilai guna yang bisa dijual. 

"Beberapa waktu lalu ada yang mendanai dan diminta memilih pelatihan apa. Saya lihat produk tas jali anyaman ini lagi ngetren, lalu saya usulkan. Kami mengajak ibu-ibu janda di Trenggalek untuk ikut pelatihan. Supaya mereka bisa punya penghasilan sendiri," jelas Ida Dwi Lestari, Selasa (21/12/2021).

Selama beberapa pekan diberi pelatihan, para ibu-ibu ini kemudian praktik langsung membuat tas jali anyaman untuk dijual. Produk karya mereka yang berupa dompet, tas mini hingga tas jali berukuran besar dipajang dalam acara Female Fair 2021 di Ciputra World Surabaya

Menariknya, tas jali anyaman karya ibu-ibu anggota Hijab ini tak hanya memiliki satu warna. Ada banyak tas yang memiliki motif unik dan menarik. Ada dua motif, ada pula yang tiga motif warna. 

Untuk proses pembuatannya, lanjut Ida, bagi yang sudah lancar hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk menyelesaikan satu tas berukuran sedang. 

Baca juga: Hadir di Female Fair, Uprintis Indonesia Boyong Berbagai Produk UMKM Trenggalek ke Surabaya

"Kalau ibu-ibu yang baru belajar butuh waktu 1-2 jam. Tapi tidak masalah, karena kami tidak mengejar kuantitas. Kualitas tetap nomor satu," papar Ida. 

Ditanyai soal kesulitan, Ida mengaku tak menemui kesulitan berarti. Hanya untuk awal membuat tas jali, menggabungkan antara tali dan tasnya tidak mudah. Belum lagi harus ditambah variasi pada tali tas supaya terlihat lebih menarik. 

"Tapi semuanya bisa teratasi karena ibu-ibu Hijab ini ulet dan telaten. Buktinya sekarang sudah ada puluhan tas yang berhasil dibuat dan dijual. Harganya bervariasi mulai Rp 40 ribu-Rp 200 ribuan," pungkas Ida.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved