Breaking News:

Berita Malang

Kuasa Hukum Siswa SD Korban Pelecelahan Seksual di Kota Malang Tanggapi Vonis 4 Tahun Pelaku

Pelaku pelecehan seksual siswi SD berinisial Y, menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Kamis (23/12/2021).

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Ketua DPC Ikadin Malang Raya sekaligus salah satu anggota tim kuasa hukum korban, Leo Permana (memakai baju batik warna biru). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pelaku pelecehan seksual siswi SD berinisial Y, menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Kamis (23/12/2021).

Dalam sidang tersebut, pelaku anak kasus pelecehan seksual berinisial Y terbukti melanggar Pasal 81 ayat (2) UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU No 35 Tahun 2014 dan perubahan kedua dengan UU No 17 Tahun 2016.

Sehingga, majelis hakim menjatuhkan vonis empat tahun penjara di LPKA Blitar. Selain itu, majelis hakim juga memvonis pelaku anak Y, untuk mengikuti pelatihan kerja di Balai Rehabilitasi Sosial Antasena Magelang selama lima bulan. Dan majelis hakim juga mewajibkan pelaku anak Y, membayar biaya restitusi sebesar Rp 245 ribu.

Ketua DPC Ikadin Malang Raya sekaligus salah satu anggota tim kuasa hukum  korban, Leo Permana langsung memberikan tanggapannya terkait putusan tersebut.

"Sejak awal, baik penasehat hukum maupun ibu korban, menyerahkan perkara itu kepada aparat penegak hukum termasuk majelis hakim untuk mendapatkan keadilan. Jika dibilang apakah menerima putusan tersebut, tentunya kami sangat menerima," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Dengan putusan yang telah dijatuhkan majelis hakim tersebut, dirinya berharap para pelaku jera dengan perbuatannya.

"Seperti sejak awal yang dikatakan oleh ibu korban, bukan berapa lama hukuman yang dijatuhkan oleh hakim. Tetapi, agar tercipta efek jera kepada para pelaku. Karena apa yang dilakukan pelaku ini, telah membuat rasa trauma yang mendalam seumur hidup terhadap korban," ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan, dengan adanya efek jera tersebut, diharapkan para pelaku anak ini sadar bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah suatu perbuatan yang sadis.

"Salah satu efek jera disini adalah, bagaimana bisa memberikan kesadaran kepada pelaku anak-anak tersebut. Bahwa apa yg dilakukan mereka terhadap korban, adalah suatu perbuatan yang sadis, jahat dan bukannya bangga terhadap perbuatannya tersebut," bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Leo juga memberikan tanggapannya terkait sidang putusan yang akan dijalani oleh lima pelaku anak kasus penganiayaan siswi SD.

Perlu diketahui pada Jumat (24/12/2021) pagi, rencananya PN Malang akan menggelar sidang putusan terhadap lima pelaku anak kasus penganiayaan siswi SD.

"Apapun yang akan menjadi keputusan majelis hakim, kami akan menghormatinya. Kami berharap majelis hakim dapat menjatuhkan putusan yg seadil-adilnya, baik dari sisi korban maupun dari sisi pelaku. Agar ada efek jera buat mereka (pelaku), dan juga menjadi pembelajaran buat semua orang tua. Untuk dapat bisa lebih dekat dalam mendidik anak-anaknya, agar menjadi anak-anak yang saleh, santun, dan berbakti kepada orang tua," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved