Breaking News:

Berita Malang

PN Malang Gelar Sidang Vonis Pelaku Penganiayaan Siswi SD

Pengadilan Negeri (PN) Malang menggelar sidang putusan terkait kasus penganiayaan siswi SD, Jumat (24/12/2021)

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Empat pelaku anak kasus penganiayaan siswi SD saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Jumat (24/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pengadilan Negeri (PN) Malang menggelar sidang putusan terkait kasus penganiayaan siswi SD, Jumat (24/12/2021).

Dalam sidang tersebut, lima pelaku anak kasus penganiayaan dihadirkan di ruang sidang ramah anak PN Malang.

Namun, karena satu pelaku anak divonis berbeda, maka majelis hakim yang diketuai oleh Sri Hariyani memutuskan untuk menggelar dua sidang.

Baca juga: Arus Kencang & Banyak Pohon Tumbang Jadi Kendala Basarnas Cari Bocah Tenggelam di Surabaya

Sidang pertama, diikuti oleh empat pelaku anak kasus penganiayaan.
Dalam sidang tersebut, empat pelaku anak terbukti melanggar Pasal 80 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 

"Keempat pelaku anak, terbukti bersalah dan turut serta melakukan penganiayaan. Sehingga, majelis hakim memutuskan mengadili empat pelaku anak, dengan hukuman berupa pelatihan kerja selama 10 bulan di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Antasena Magelang," ujar Ketua Majelis Hakim, Sri Hariyani dalam persidangan.

Usai sidang pertama, majelis hakim PN Malang langsung melanjutkan dengan sidang kedua. Dalam sidang kedua, diikuti oleh pelaku anak kasus penganiayaan berinisial N.

Dalam sidang itu, pelaku anak N terbukti melanggar Pasal 80 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 ayat 1 ke 2 KUHP.

"Pelaku anak N terbukti bersalah, dan telah menjadi penganjur dalam perkara penganiayaan tersebut. Sehingga, majelis hakim memutuskan mengadili pelaku anak N dengan hukuman berupa pidana penjara selama enam bulan. Selain itu, majelis hakim menetapkan biaya restitusi sebesar Rp 2.750.000 kepada pelaku anak N," terangnya.

Dalam sidang itu, majelis hakim juga membeberkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan putusan kelima pelaku anak tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved