Breaking News:

Berita Kota Malang

Dishub Kota Malang Persiapkan Pos Pantau untuk Monitoring Nataru, 120 Personel Disiagakan

Dishub Kota Malang mempersiapkan pos pantau untuk monitoring Natal dan Tahun Baru (Nataru), 120 personel disiagakan.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Kepala Dishub Kota Malang, Heru Mulyono saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (6/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dua pos pantau (pospam) dipersiapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Malang untuk memantau arus lalu lintas saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pospam tersebut terletak di depan Stasiun Kota Baru Malang dan di depan Mal Alun-alun Kota Malang (Ramayana).

Kepala Dishub Kota Malang, Heru Mulyono mengatakan, dalam pemantauan Nataru ini, pihaknya telah menyiapkan 120 personel.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan TNI/Polri dalam mengamankan Nataru nanti.

"Penempatan pospam ini kami lakukan di tempat-tempat strategis yang menjadi potensi tempat berkerumunnya masyarakat saat Nataru. Jadi petugas kami akan bersiaga di sana untuk melakukan monitoring langsung," ucap Heru Mulyono, Jumat (24/12/2021).

Dalam melakukan monitoring ini, Dishub Kota Malang juga melakukan pemetaan beberapa titik yang menjadi potensi kemacetan di sejumlah jalur Kota Malang.

Dishub juga akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan melihat dahulu kondisi dan situasi yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Pemkot Malang Tidak Menerapkan Sistem Ganjil-Genap Saat Nataru

"Rekayasa lalu lintas ini sifatnya tentatif, kami harus melihat kondisi dulu di lapangan. Misalnya di Jalan Aris Munandar kalau belok ke kanan sudah full karena ada pertigaan Jalan Majapahit, maka bisa jadi kita tutup sementara 10 atau 30 menit saja. Biar pengendara cari jalan alternatif lain, begitu longgar ya dibuka lagi," terangnya.

Terkait dengan rekayasa lalu lintas tersebut, Dishub juga tidak melakukan sosialisasi dulu kepada masyarakat.

Titik penumpukan kendaraan, kata Heru Mulyono, biasanya berada di area pusat perbelanjaan dan arah menuju ke Kota Batu maupun di sepanjang jalan nasional.

"Rekayasa kan sifatnya temporer, dan itu kondisional. Kalau secara umum sosialisasi, tidak, karena nanti bisa menimbulkan kepanikan. Jadi lihat kondisi lapangan saat itu saja. Saya yakin masyarakat memahami kok, kenapa jalan ditutup atau diarahkan ke jalur lain," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved