Breaking News:

Berita Malang

Geliat Pariwisata di Kota Malang Meningkat Jelang Akhir Tahun, Penginapan Full Booked

Memasuki masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), sektor pariwisata di Kota Malang mulai menggeliat.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Rifki Edgar
Warga menikmati waktu akhir pekan di Alun-alun Kota Malang, Sabtu (30/10/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Memasuki masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), sektor pariwisata di Kota Malang mulai menggeliat.

Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya permintaan dan pemesanan tempat menginap. Bahkan hingga akhir pekan ini, beberapa tempat penginapan seperti hotel maupun homestay sudah penuh alias full booked.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, pihaknya tetap mengimbau para pengelola destinasi wisata, hotel, maupun resto untuk taat protokol kesehatan (prokes).

"Memang benar, sudah mulai banyak orang yang datang ke Kota Malang. Di samping memang kegiatan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi banyak yang ditempatkan di sini. Banyak sekali penginapan yang full, mereka pada ingin staycation di Kota Malang," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (26/12/2021).

Dirinya menjelaskan, hal tersebut berdampak positif untuk prospek pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.

Namun pihaknya menegaskan, bahwa para pengelola destinasi wisata harus tetap berkomitmen mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi.

"Yang penting mereka disiplin dalam menerapkan PeduliLindungi tiap keluar masuk. Ditambah lagi, pada saat Inmendagri terbaru itu ada sanksi bagi yang tidak melengkapi aplikasi PeduliLindungi. Dan hal tersebut sudah rajin saya sosialisasikan dan sampaikan kepada mereka lewat asosiasi masing-masing, seperti Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI), maupun pengelola mal," bebernya.

Selain itu, Satgas Covid-19 di lingkungan internal hotel, resto, maupun tempat wisata juga perlu untuk dibangun dan diterapkan. Agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pihak pengelola bisa cepat tanggap menghadapinya.

"Kalau kejadian di lapangan, kan yang menangani Satgas Covid-19 Kota Malang. Tetapi kalau di hotel, resto, atau tempat wisata, kita haruskan mereka punya Satgas Covid 19 sendiri dan bekerja sama dengan puskesmas atau Rumah Sakit (RS) terdekat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved