Breaking News:

Siklus Berhasil Raih Pertumbuhan Bisnis dan Atasi Krisis Sampah Plastik di Indonesia

Perusahaan Siklus berhasil meraih pertumbuhan bisnis dan mengatasi krisis sampah plastik di Indonesia.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Pendiri Bersama dan CEO Siklus, Jane von Rabenau (kanan), Selasa (28/12/2021). Siklus merupakan perusahaan berbasis Indonesia yang mengatasi persoalan ekonomi dan lingkungan melalui solusi perdagangan elektronik dan pengiriman isi ulang. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Siklus, perusahaan berbasis Indonesia yang mengatasi persoalan ekonomi dan lingkungan melalui solusi perdagangan elektronik dan pengiriman isi ulang, melaporkan pertumbuhan bisnisnya dan hasil dampak lingkungan untuk tahun 2021.

Pendiri Bersama & CEO Siklus, Jane von Rabenau mengatakan, setelah berfokus pada berbagai upaya dalam penelitian dan pengembangan, uji coba, dan penyesuaian model bisnis pada tahun sebelumnya, Siklus memulai penjualan di Jakarta pada bulan Januari 2021.

"Sepanjang tahun itu, Siklus mencapai 20x pertumbuhan penjualan, memperoleh lebih dari IDR11,5 miliar (USD800,000) dalam Penghasilan Berulang Tahunan dan 15x pertumbuhan pengguna aktif," ujar Jane von Rabenau, Selasa (28/12/2021).

Lebih dari itu, lanjutnya, Siklus juga sukses mengatasi krisis sampah plastik.

Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik tiap tahun, sehingga menjadikannya sebagai kontribusi sampah plastik lautan terbesar kedua di dunia setelah China, dan bahkan lebih banyak dari India (The Borgen Project, 2021).

Pada tahun 2021, Siklus sudah berhasil menghemat lebih dari 1,8 juta kemasan plastik sekali pakai yang tidak jadi diproduksi.

Baca juga: LSM Ecoton Temukan Kandungan Air Sungai di Pulau Jawa Tercemar Mikroplastik

"Sebelum memulai Siklus, saya diberi tahu bahwa menjual produk konsumen rumah tangga dalam bentuk isi ulang tidaklah memungkinkan. Kini, Siklus menyediakan solusi isi ulang bagi ribuan keluarga di Jakarta. Kami telah mengalami pertumbuhan sebesar 20x pada tahun ini, dan menjalin kemitraan dengan banyak FMCG top," jelas Jane von Rabenau.

Ia juga menambahkan, seiring dengan pertumbuhan bisnis, pihaknya juga terus menciptakan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan.

"Hingga saat ini, dengan bangga kami mengumumkan bahwa Siklus telah membantu menghemat hampir 2 juta paket plastik yang tidak jadi diproduksi, yang digantikan dengan cara isi ulang," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved