Breaking News:

Berita Madura

Tepis Asumsi Negatif Soal Jabatan Asisten, Bupati Pamekasan Tegaskan Bukan Tempat Buangan

Bupati Pamekasan, Baddrut Taman mengungkapkan akan memaksimalkan fungsi asisten pemerintahan layaknya menteri koordinator dalam lingkup negara.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO
Suasana saat Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam melantik dan mengambil sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) bertempat di halaman Makam Pangeran Ronggosukowati, Jum'at (24/12/2021) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Taman mengungkapkan akan memaksimalkan fungsi asisten pemerintahan layaknya menteri koordinator dalam lingkup negara.

Dia menjelaskan, posisi asisten bukan tempat buangan seorang pejabat sebagaimana asumsi yang telah terkonstruk selama ini.

Melainkan, tugas pokok dan fungsinya harus benar-benar berjalan sebagaimana mestinya.

"Fungsi asisten ke depan harus maksimal, asisten bukan tempat buangan. Bu Nurul, Pak Bambang, dan Pak Sigit betul-betul menjadi Menko yang mengatur seluruh tupoksinya di masing-masing kedinasan," kata Bupati Baddrut Tamam saat melantik pejabat, Jum'at (24/12/2021) lalu sembari menunjuk tiga asisten tersebut.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut berjanji akan mengevaluasi kinerja para pejabatnya secara langsung tentang capaian kinerja yang telah dilakukan untuk mengantisipasi kegagalan atas target yang telah dicanangkan bersama.

"Seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) nanti ada rapat evaluasi, saya akan memegang rapor, dan saya bisa menanyakan kapan saja, sampai dimana. Saya tidak ingin kejadian seperti PKL di kabupaten ini," tegasnya lagi.

Dia meminta kepada para pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan agar memaksimalkan kinerjanya sebagai pelayan rakyat. 

Ia memperingati, jangan sampai target yang telah dicanangkan gagal di tengah jalan.

Namun, apabila pejabat itu benar-benar tidak mampu merealisasikan programnya harus legowo turun sebagai staf.

"Saya bukan pejabat, saya pelayan rakyat. Dan kalau yang sekali-kali masih merasa pejabat, out, kenapa out? Kasihan biar hisabnya tidak terlalu lama kalau mati nanti, kasihan hisabnya lama," urainya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyampaikan, pejabat negara harus mampu memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara dengan kerja yang maksimal sebagai wujud syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

"Sudah diberi makan oleh negara, sudah memberi makan istrinya, menyekolahkan anaknya, bangun rumah, masih saja tidak serius, yang ada di pikirannya masih pejabat negara. Saya tidak main-main dalam hal ini, ayo bekerja berlari, yang tidak siap berlari silakan mundur," pintanya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved