Breaking News:

Berita Kota Mojokerto

Empat Pasangan Kumpul Kebo di Kos Kota Mojokerto Digerebek Satpol PP, Ada yang Punya Alat Isap Sabu

Empat pasangan bukan suami istri atau pasangan kumpul kebo di kos Kota Mojokerto digerebek satpol PP, ada yang punya alat isap sabu-sabu.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Petugas menemukan alat isap sabu-sabu di lemari rumah kos yang dihuni pasangan kumpul kebo di Kota Mojokerto, Rabu (29/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto menggerebek kamar kos yang diduga disalahgunakan sebagai tempat asusila.

Hasilnya, petugas mengamankan empat pasangan bukan suami istri di sejumlah kamar kos di Lingkungan Sekarputih, Kelurahan Meri, lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gununggedangan, dan lingkungan Balongrawe Baru, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.

Bahkan petugas Satpol PP juga menemukan alat isap sabu-sabu di dalam lemari milik salah satu pasangan kumpul kebo tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, empat pasangan bukan suami istri tertangkap basah berada di dalam kamar kos. Mereka diamankan lantaran tidak dapat menunjukkan identitas dan surat nikah.

"Pasangan bukan suami istri yang kedapatan berada di kamar kos kita amankan untuk dilakukan pembinaan di Kantor Satpol PP Kota Mojokerto," ungkap Heryana Dodik Murtono, Rabu (29/12/2021).

Heryana Dodik Murtono menyebut, pihaknya juga menemukan alat isap sabu-sabu di lemari milik salah satu pasangan bukan suami istri di kamar kos Kelurahan Kedundung. Diduga salah satu pasangan bukan suami istri tersebut usai menggunakan narkoba.

Baca juga: 6 Pasangan Bukan Suami Istri Diangkut Satpol PP Tulungagung dari Tiga Tempat Kos

Mendapati temuan itu, pihaknya menghubungi Satresnarkoba Polresta Mojokerto guna penanganan lebih lanjut.

"Kita temukan bong (alat isap sabu-sabu) di lemari, dan penanganan diserahkan ke Satnarkoba Polresta karena bukan wewenang kami," jelasnya.

Masih kata Dodik, pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan terhadap pemilik kos yang tempatnya disalahgunakan sebagai tempat asusila.

Adapun sanksi tegas terhadap rumah kos yang diduga digunakan sebagai pesta sabu yaitu penutupan permanen.

"Sesuai Perwali, kos laki-laki dan perempuan harus dipisah, akan kami panggil pemiliknya, sedangkan rumah kos yang kedapatan penghuninya terbukti menggunakan narkoba maka akan kami tutup permanen," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved