Breaking News:

Berita Trenggalek

Satpol PP Trenggalek Tertibkan PKL yang Mangkal di Lokasi Rawan Longsor dan Kecelakaan

Satpol PP Trenggalek menertibkan PKL yang mangkal di lokasi rawan longsor dan kecelakaan, bahkan ada pedagang yang membangun tenda di bahu jalan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Satpol PP Kabupaten Trenggalek menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di daerah rawan longsor di pinggir jalan nasional Trenggalek-Ponorogo, Rabu (29/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Satpol PP Trenggalek menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di daerah rawan longsor di pinggir jalan nasional Trenggalek-Ponorogo, Rabu (29/12/2021).

Setidaknya ada empat PKL yang ditertibkan. Tiga PKL bahkan membangun tenda di bahu jalan.

Lokasi PKL berjualan itu berada di dekat Bendungan Tugu, proyek strategis nasional yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo.

Kepala Satpol PP Kabupaten Trenggalek, Triadi Atmono menjelaskan, lokasi tersebut tergolong rawan longsor, karena berseberangan dengan tebing langganan longsor.

Meski tembok penahan sudah dibangun, potensi tanah longsor dari tebing masih mungkin terjadi.

Lokasi para PKL berdagang juga dekat dengan jurang pinggir jalan.

Belum lagi, para PKL menjajakan jualannya di bahu jalan berkelok. Kendaraan-kendaraan besar yang biasa melintas di lokasi tersebut membuat keberadaan para PKL dalam posisi rawan.

"Bisa memicu terjadinya kecelakaan," kata Triadi Atmono.

Triadi Atmono menjelaskan, para PKL adalah warga sekitar. Ketika menertibkan, pihaknya juga memberi pengertian dan peringatan agar tak kembali berjualan di lokasi yang sama.

Baca juga: Alasan PKL Belum Boleh Berdagang di Dalam Area Stadion Kanjuruhan Malang

"Setelah kami dekati, mereka akhirnya mau mengerti. Dan semoga setelah ini tidak ada lagi yang berjualan di lokasi tersebut," tuturnya.

Triadi Atmono mengakui, keberadaan Bendungan Tugu akan memunculkan daya tarik baru untuk kawasan tersebut.

Namun ia mengingatkan agar para PKL tidak mengambil risiko dengan menggelar dagangan di tempat yang tidak aman. Termasuk tempat yang rawan longsor dan punya potensi terjadi kecelakaan.

Selepas menertiban itu, pihaknya akan memasang tanda larangan berjualan di sekitar lokasi. Termasuk juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi adanya PKL yang membandel.

"Akan kami lakukan segera. Termasuk sekarang ini sebelum kawasan ini menjadi ramai," tuturnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved