Berita Jatim

Jatim Terus Dorong Stabilisasi Harga & Ketersediaan Bapok di Tengah Pelaksanaan Nataru

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk mendorong stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di tengah pelaksanaan

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Kadisperindag Jatim, Drajat Irawan saat melakukan monitoring harga dan ketersediaan bapok di Pasar Setonobetek, Kediri, Jawa Timur, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk mendorong stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di tengah pelaksanaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2021 dan persiapan Tahun Baru 2022.

Gelaran Pasar Meriah menjadi salah satu strategi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur untuk mendorong stabilisasi harga dan ketersediaan bapok. Terlebih, kegiatan ini juga selaras dengan semangat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bapok ketika memasuki masa Nataru.

Pasar Meriah yang dilaksanakan di Disperindag Jatim juga diikuti oleh gelaran Pasar Murah yang digelar secara tematik di Bakorwil Bojonegoro dan Jember, serta UPT PK Malang dan Kediri sejak mulai tanggal 17 – 24 Desember.

Baca juga: Pemprov Jatim Raih Penghargaan Percepatan Pembangunan Desa Tahun 2021, Begini Tanggapan DPRD Jatim

Kepada TribunJatim.com, Kamis (30/12/21), Drajat Irawan selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menjelaskan bahwa pada acara Pasar Meriah tersebut juga dilakukan launching Indag Mart sebagai Unit Kegiatan Koperasi Karyawan yang menyediakan sembako dan kebutuhan pelengkap lainnya. Acara tersebut dilaksanakan dengan mengutamakan aturan protokol kesehatan 3M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan). Beberapa kegiatan pendukung yang digelar untuk meramaikan Pasar Meriah ini antara lain sembako murah dan gelar produk IKM.

"Kegiatan Pasar Meriah ini merupakan upaya Pemerintah Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan terhadap stabilisasi dan ketersediaan bapok melalui kerja sama dengan BUMN, BUMD, IKM/ UKM, dan Produsen dan Distributor komoditi barang kebutuhan pokok.

Pasar Meriah itu kemarin dibuka untuk seluruh masyarakat umum dan berlangsung selama 2 (dua) hari dengan menjual kebutuhan masyarakat khususnya barang kebutuhan pokok antara lain beras, gula, minyak goreng dan telor, buah-buahan, serta produk IKM lainnya,” ujar Drajat.

Gelaran Pasar Meriah ini diharapkan bisa membantu masyarakat sekitar untuk mendapatkan bapok dengan harga yang terjangkau.

Contohnya saja untuk beras premium kemasan 5 kg dijual seharga Rp. 55.000 sedangkan dipasaran bisa sampai mencapai Rp. 60.000.

Tak hanya itu saja, ada pula minyak goreng kemasan 1 liter yang dijual dengan harga Rp. 14.000. Khusus untuk komoditi minyak goreng dijual dengan syarat pembelian 1 KTP untuk 2 liter minyak goreng.

Kegiatan ini dijalankan sesuai tugas dan fungsi Dinas Perdagangan sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan RI pada “Rakornas Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2021“, oleh Menteri Perdagangan yang menginstruksikan bahwasanya agar semua Dinas Perdagangan Provinsi menjaga dan mendorong harga barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau karena langsung dari distributor.

Salah satu perwakilan dari PT. Wilmar Group sebagai produsen bahan pokok khususnya beras premium berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan positif untuk menumbuhkan minat belanja masyarakat yang sebelumnya terkendala pandemi Covid-19 dengan harga yang lebih kompetitif.

Dari sisi pengunjung, seorang ibu paruh baya, Nani mengapresiasi gelaran Pasar Meriah yang dilaksanakan oleh Pemprov. Jatim melalui Disperindag Jatim.

Kemudian, upaya lainnya, untuk mendorong stabilisasi harga dan ketersediaan bapok, lebih lanjut Drajat menerangkan, Disperindag Jatim juga mengadakan Pasar Murah Online Mandiri (PAMOR) di sejumlah wilayah antara lain di seperti Magetan, Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, Malang, Jember, Bojonegoro, dan Kediri yang digelar sejak tanggal 14 Desember 2021 hingga 4 Januari 2022.

"Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Disperindag Jatim juga telah melakukan monitoring harga dan ketersediaan bapok di Pasar Setonobetek Kota Kediri," sambung Drajat.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved