Breaking News:

Berita Malang

Polresta Malang Kota Panggil Terduga Pelaku Penyerobotan Tanah di Arjowinangun, Segera Gelar Perkara

Aksi dugaan penyerobotan tanah oleh oknum Kades Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang berinisial TW, berlanjut ke tahap pemeriksaan terlapor

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Ahli waris tanah milik Alm Wariso saat memasang papan pemberitahuan kepemilikan, Senin (27/12/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Aksi dugaan penyerobotan tanah oleh oknum Kades Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang berinisial TW, berlanjut ke tahap pemeriksaan terlapor.

Oleh karena itu, Satreskrim Polresta Malang Kota akan menggelar perkara pada pekan depan apabila sesuai rencana.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dirinya bahkan mengaku sudah memanggil beberapa pihak, seperti Lurah Arjowinangun, terlapor oknum Kades Tambakasri Kecamatan Tajinan TW, dan beberapa saksi lainnya.

"Kami sudah menerima laporan tersebut. Untuk saat ini, kami sudah memanggil beberapa saksi dan masih akan terus bertambah. Termasuk terlapor juga sudah kami periksa, nanti kami juga akan memanggil saksi ahli," ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (31/12/2021).

Baca juga: Diduga Tanah Ortunya Diserobot, Warga Malang Laporkan Oknum Kades dan Pasang Papan Pemberitahuan

Dirinya mengatakan, usai melakukan pemeriksaan saksi dan ahli, Satreskrim Polresta Malang Kota akan segera melakukan gelar perkara.

"Secepatnya, kami akan melakukan gelar perkara. Paling cepat pada pekan depan," tambahnya.

Tinton juga menjelaskan, bahwa memang dalam hal ini korban penyerobotan tanah Ida Nur Hariati, melaporkan TW karena diduga melakukan tindak pidana penyerobotan tanah.

Dan untuk saat ini, penyidik menggunakan Pasal 385 KUHP tentang perbuatan curang untuk melakukan penyerobotan tanah.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Imam Muslih mengaku siap mengawal kasus tersebut.

Apalagi tindakan yang dilakukan terduga pelaku ini, mengandung unsur pidana dan membuat kerugian bagi pihak korban selaku ahli waris Alm. Wariso yang memiliki Surat Hak Milik (SHM) atas tanah seluas 12.030 meter persegi itu.

"Berawal dari dugaan penyerobotan tanah, sekarang ini oleh penyidik juga dikembangkan ke dugaan perusakan. Pasalnya, aksi terduga pelaku ini berlanjut hingga merusak papan plang pemberitahuan. Selain itu, aksi terduga pelaku juga merusak tanaman tebu yang ditaman korban, dan menggantinya dengan tanaman jagung," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved