Breaking News:

Berita Jember

Buku 'Jember Dalam Fragmen Sejarah' Jadi Kado Istimewa Hari Jadi Pemkab Jember ke-93  

Keluarga Abdul Kahar Muzakir memberi kado buku tentang Jember kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Buku itu berjudul 'Jember Dalam Fragmen

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sri Wahyunik
Bupati Jember Hendy Siswanto (kiri) menerima buku 'Jember Dalam Fragmen Sejarah' dari Febrian Ananta Kahar 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Keluarga Abdul Kahar Muzakir memberi kado buku tentang Jember kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Buku itu berjudul 'Jember Dalam Fragmen Sejarah'.

Salah satu anak Abdul Kahar Muzakir, Febrian Ananta Kahar menyerahkan buku tersebut ke Bupati Jember Hendy Siswanto berbarengan di acara doa bersama dalam rangka Tahun Baru 2022 dan Hari Jadi Pemkab Jember ke-93 di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (31/12/2021).

"Buku ini memang digagas oleh ayah saya, menjelang ulang tahunnya yang ke-85 di tahun 2021, beliau ingin memiliki kado spesial untuk Jember, yakni sebuah buku tentang Jember. Namun beliau dipanggil duluan pada 3 Agustus lalu, akhirnya kami melanjutkan buku ini. Dan hari ini keinginan beliau terpenuhi, sebuah buku menjadi hadiah di ulang tahun (Pemkab) Jember," ujar Febrian usai menyerahkan buku, Jumat (31/12/2021).

Baca juga: Lebih Seribu Orang Calon Penumpang KA di Daop 9 Jember Tertolak Selama Dua Pekan

Buku itu tidak hanya untuk hadiah bagi Pak Kahar dan keluarganya, namun juga ingin didedikasikan untuk Jember.

Tanpa melibatkan keluarga, Pak Kahar lantas membentuk tim penyusun buku ini. Selama bulan Januari hingga Mei 2021, Pak Kahar cukup intens melakukan diskusi dan koordinasi dengan tim penyusun. Namun rupanya takdir berkata lain, Pak Kahar hanya sempat melihat bagian awal buku (bab 1) tersebut, sebelum akhirnya pergi untuk selama-lamanya pada 3 Agustus 2021 lalu.

Febrian melihat, baru kali ini ada buku yang menuliskan Jember dalam bingkai sejarah melalui foto dan narasi.

"Mungkin baru kali ini buku Sejarah Jember dibuat dengan cara menggabungkan tulisan sejarah yang ditulis secara ringan, digabung dengan foto story (setengah buku, setengah majalah)," imbuhnya.

Sebab, buku tersebut menunjukkan Jember sejak jaman megalitikum hingga masa kini. Buku itu juga menunjukkan panorama dan kekayaan alam Jember yang sangat indah. Belum lagi ada keberagamaan agama, juga bagaimana Jember memiliki wajah kota yang religius yang ditunjukkan dengan pondok pesantren.

"Harapannya buku ini tidak hanya bisa dinikmati oleh satu segmen saja, tetapi untuk semua kalangan dan semua usia bisa membaca, karena tujuan ditulisnya buku ini adalah agar orang lebih mengenal Jember dari sisi yang lain. Sebab buku ini menjelaskan Jember," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved