Breaking News:

Berita Kota Malang

Harga Komoditas Pangan di Kota Malang Naik Selama Masa Natal dan Tahun Baru, Mulai Cabai Sampai Gula

Harga komoditas pangan di Kota Malang naik selama masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, mulai cabai rawit, telur hingga gula pasir.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Ilustrasi - Harga komoditas pangan di Kota Malang naik selama masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, mulai cabai rawit, telur hingga gula pasir. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Selama masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), sejumlah harga bahan pokok di Kota Malang mengalami kenaikan.

Hal itu dapat diketahui, dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Malang, yang
merupakan aplikasi berbasis web yang menyediakan informasi harga 10 komoditas pangan yang memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan angka inflasi (strategis) berdasarkan survei yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Perkembangan harga pada Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, sejumlah harga komoditas bahan pokok di Kota Malang merangkak naik. Di antaranya adalah cabai rawit, telur, minyak goreng, dan gula pasir.

"Saat ini, harga cabai rawit meningkat sebesar Rp 39 ribu per kilogram atau meningkat 86,67 persen, dibandingkan harga pada 1 Desember 2021," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Azka Subhan kepada TribunJatim.com, Minggu (2/1/2022).

Melonjaknya harga cabai di wilayah Kota Malang, didorong oleh terjadinya curah hujan tinggi sehingga menyebabkan tanaman cabai rusak atau busuk.

"Hal ini mengganggu jumlah pasokan cabai di tengah meningkatnya permintaan. Selain itu, erupsi Gunung Semeru juga berdampak pada tanaman cabai. Pasalnya, wilayah Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru merupakan salah satu pemasok cabai untuk wilayah Kota Malang," terang Azka Subhan.

Selain itu, komoditas telur ayam ras juga terpantau mengalami peningkatan harga sebesar Rp 9 ribu per kilogram atau meningkat 42,86 persen dibandingkan harga pada 1 Desember 2021.

Dirinya menjelaskan, kenaikan harga telur dipicu oleh proyek Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako Dinas Sosial yang pada bulan ini, melakukan penambahan penyerapan kebutuhan sebanyak dua kali (biasanya dilakukan sebulan sekali).

Baca juga: Naik Turun, Harga Cabai Rawit di Kota Blitar Masih Belum Stabil, Pedagang: Pasokan Berkurang

"Selain itu, peningkatan harga telur ayam ras juga didorong oleh terjadinya koreksi harga menuju ke harga normal. Setelah mengalami penurunan harga selama beberapa bulan terakhir," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved