Breaking News:

Berita Nganjuk

Proyek Pedestrian Belum Selesai, Kang Marhaen Kecewa Tak Bisa Beri Hadiah Tahun Baru Warga Nganjuk

Proyek pedestrian jalan belum selesai, Marhaen Djumadi kecewa tidak dapat memberikan hadiah Tahun Baru 2022 kepada warga Nganjuk.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Kondisi proyek pedestrian di sepanjang Jalan A Yani Nganjuk yang belum selesai dikerjakan hingga batas akhir pengerjaan habis per 31 Desember 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pembangunan pedestrian sisi timur sepanjang Jalan A Yani Nganjuk belum selesai 100 persen saat waktu pengerjaan habis per 31 Desember 2021.

Hal itu membuat Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi merasa kecewa atas progres pembangunan pedestrian jalan tersebut.

Marhaen Djumadi mengatakan, kontraktor pelaksanaan proyek pedestrian sudah seringkali diingatkan untuk mempercepat pembangunan proyek. Ini dikarenakan selain waktu yang sempit, juga kondisi cuaca hujan yang seringkali menghambat pengerjaan pembangunan pedestrian jalan.

"Kontraktor pelaksana selalu bilang optimistis bisa menyelesaikan pekerjaannya, tapi kenyataannya hingga batas akhir pengerjaan, ternyata proyek pedestrian belum 100 persen selesai," kata Kang Marhaen, sapaan Marhaen Djumadi, Minggu (2/1/2022).

Dikatakan Marhaen Djumadi, pihaknya telah melihat langsung hasil pengerjaan proyek pedestrian jalan menjelang batas akhir pengerjaan. Di mana masih banyak bagian pedestrian yang belum sempurna dikerjakan. Termasuk lampu penghias pedestrian dan PJU yang belum terpasang semuanya.

"Kami prediksikan pengerjaan baru sekitar 95 pesen. Tapi lebih pastinya nanti menunggu hasil kajian dan evaluasi dari lapangan oleh tim Pemkab Nganjuk," ucap Marhaen Djumadi.

Melihat hal tersebut, menurut Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk akan memberikan sanksi kepada kontraktor pemenang tender proyek pedestrian sesuai aturan yang berlaku. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan ada blacklist terharap kontraktor proyek pembangunan pedestrian, karena tidak mampu menyelesaikan proyek sesuai kontrak perjanjian.

Baca juga: Rencana Pembangunan Pedestrian, Pemkab Nganjuk Percaya Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

"Yang pasti, sanksi dan denda tersebut tidak bisa dihindarkan bagi kontraktor pemenang tender sesuai aturan yang ada. Kami tidak ada toleransi terhadap hal itu," tandas Marhaen Djumadi.

Sejak awal, diakui Marhaen Djumadi, pihaknya berharap agar pembangunan pedestrian beserta fasilitas pendukung di sepanjang Jalan A Yani bisa selesai tepat waktu.

Dengan demikian, pada malam Tahun Baru 2022 warga sedikit banyak bisa ikut menikmati hasil pembangunan pedestrian di Nganjuk tersebut.

Akan tetapi, karena pengerjaan belum selesai 100 persen, maka pedestrian sebagai fasilitas umum andalan ke depanya, belum dapat dinikmati masyarakat.

"Ini yang membuat kami menyesal tidak dapat memberikan hadiah tahun baru kepada warga Kabupaten Nganjuk berupa fasilitas baru di Nganjuk," ujar Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, dikatakan Marhaen Djumadi, pihaknya juga akan meminta pertanggungjawaban kontraktor pelaksana proyek pedestrian dan pengerjaan, agar menyelesaikan sampai tuntas semuanya.

"Kami tidak ingin proyek pedestrian itu tidak sempurna seperti yang diharapkan. Makanya harus bisa diselesaikan dengan baik bagaimanapun caranya sesuai ketentuan pemerintah," tutur Marhaen Djumadi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved