Breaking News:

Berita Surabaya

Tak Terima Dikejar-kejar Saat Razia, Pengamen Jalanan Pukuli Anggota Satpol PP Surabaya

Tak terima dikejar-kejar saat razia, pengamen jalanan menganiaya anggota Satpol PP Kota Surabaya, sampai petugas harus dirawat di rumah sakit.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Sukma Gustyan alias Tyan (29) diamankan oleh Tim Antibandit Polsek Wonokromo Polrestabes Surabaya, Kamis (30/12/2021). Pasalnya, pemuda yang setiap hari mencari uang sebagai pengamen jalanan itu, menganiaya anggota Satpol PP Kota Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sukma Gustyan alias Tyan (29), diamankan oleh Tim Antibandit Polsek Wonokromo Polrestabes Surabaya, Kamis (30/12/2021) lalu. 

Pasalnya, pemuda yang setiap hari mencari uang sebagai pengamen jalanan itu, menganiaya anggota Satpol PP Kota Surabaya, pada November 2021 silam. 

Korban anggota Satpol PP Surabaya yang berjenis kelamin laki-laki berinisial AF (25) warga Kenjeran, Surabaya itu, mengalami luka lecet pada bagian leher. Kemudian, luka memar pada bagian kaki, paha dan kepala. 

Akibat tindakan penganiayaan tersebut, korban harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Setelah dirasa kondisinya berangsur membaik, korban lantas melaporkan insiden penganiayaan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolsek Wonokromo. 

Menurut Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Polrestabes Surabaya, Iptu Sukram, korban dipukul dan juga ditendang oleh pelaku. 

Kepada penyidik, pelaku nekat menganiaya korban lantaran tak terima dikejar-kejar dalam sebuah momen penindakan razia, laiknya pelaku kriminalitas atau maling. 

"Korban berusaha mengejar pelaku yang kabur. Setiba di lokasi ternyata korban dipukuli hingga ditendang pelaku," ujar Iptu Sukram saat dihubungi awak media, Minggu (2/1/2022). 

Baca juga: Ayah di Surabaya Tega Aniaya Anaknya yang Berusia 4 Tahun, Bermula dari Es yang Jatuh di Kasur

Setelah melakukan aksi penganiayaan tersebut, pelaku sempat melarikan diri dalam kurun waktu sebulan. 

Namun, pelariannya berhasil diendus oleh petugas saat bersembunyi di Pasar Larangan, kawasan Larangan, Candi, Sidoarjo. 

"Tersangka sempat melarikan diri setelah melakukan aksinya. Hingga tanggal 30 Desember 2021 kemarin, ia berhasil kami amankan," pungkas mantan Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polrestabes Surabaya itu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved