Breaking News:

Berita Malang

Heboh Rebutan Harta Gono-Gini Aset Rumah di Kawasan Ijen Kota Malang, Bernilai Puluhan Miliar Rupiah

Peristiwa rebutan harta gana-gini yang sempat menghebohkan publik Kota Malang pada 2013 kini mencuat kembali di awal 2022.

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Pengacara Lardi (kanan), menunjukan bukti pengambilan uang sekitar Rp 9 miliar dari hasil lelang aset milik Valentina dan Hardi yang terjual senilai Rp 18 miliar. Masih ada puluhan aset lain yang masih belum terlelang. Hasil lelang akan dibagi dua antara puhak Valentina dan Hardi. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Peristiwa rebutan harta gono-gini yang sempat menghebohkan publik Kota Malang pada 2013 kini mencuat kembali di awal tahun 2022.

Kasus ini berawal dari perceraian Valentina Linawati dengan Hardi Soetanto yang menyisakan harta bernilai puluhan miliaran Rupiah.

Dari perceraian tersebut, Pengadilan Negeri (PN) Tuban memutuskan harta yang mereka miliki dibagi dua sama rata.

PN Tuban memiliki hak memutuskan perkara karena pernikahan keduanya berlangsung di Tuban.

Di Kota Malang, aset bernilai puluhan miliaran rupiah tersebut berbentuk rumah di kawasan Jalan Pahlawan Trip, Kota Malang.

Jalan Pahlawan Trip berada di kawasan Jalan Ijen yang memang terkenal dengan bangunan rumah-rumah serba mewah. Tak heran jika kemudian nilainya mencapai puluhan miliaran Rupiah.

Baca juga: Pria Asal Sukun Malang Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan, Diduga Serangan Jantung saat Lari Pagi

Menjelang pergantian tahun 2021, pihak Valentina melalui anaknya, Gladys Adipranoto dan Gina Gratiana kaget atas informasi lelang rumah yang ia tempati di kawasan J Ijen saat ini.

Di media, mereka menduga adanya mafia tanah yang bermain di balik pelelangan rumah yang mereka tempati. Di laman lelang.go.id, tiga rumah di Jl Pahlawan dilelang dengan total harga mencapai Rp 14 miliar.

Meskipun tidak secara terang benderang menyasar mantan suaminya, pihak Hardi melalui pengacaranya yakni Lardi memberikan keterangan pers.

“Tujuannya untuk memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan media massa di Kota Malang. Supaya publik tahu duduk perkaranya,” ujar Lardi, Minggu (2/12/2021).

Baca juga: Sengketa Kepemilikan Swalayan Sardo, PN Bangil Putuskan Tatik Juga Pemilik Sah

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved