Breaking News:

Berita Malang

Puluhan Motor Berknalpot Brong Disita Polisi di Malang saat Malam Pergantian Tahun

Sebanyak 83 sepeda motor berknalpot brong diamankan oleh Satlantas Polresta Malang Kota.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Ilustrasi razia motor knalpot brong 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak 83 sepeda motor berknalpot brong diamankan oleh Satlantas Polresta Malang Kota

Puluhan motor tersebut diamankan saat malam pergantian tahun, dalam pelaksanaan kegiatan operasi Lilin Semeru 2021.

Perlu diketahui, Polresta Malang Kota menggelar operasi Lilin Semeru 2021. Operasi dilakukan mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Baca juga: Gubernur Khofifah Mulai Siapkan Sekolah yang Bisa Gelar PTM 100 Persen, Dengan Syarat Penuhi Hal Ini

Operasi tersebut digelar, untuk menjaga kondusifitas keamanan wilayah Kota Malang saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Yoppi Anggi Khrisna mengatakan selama pelaksanaan operasi Lilin Semeru 2021, tidak ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

"Kami berkoordinasi dengan Bag Ops Polresta Malang Kota dan Samapta Polresta Malang Kota dalam kegiatan operasi Lilin Semeru 2021. Alhamdulillah, tidak ditemukan pelanggaran prokes di wilayah Kota Malang. Memang saat malam pergantian tahun, sempat terjadi kerumunan masyarakat di depan Stasiun Malang. Namun, kerumunan tersebut langsung kami bubarkan," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (3/1/2022).

Pria yang akrab disapa Yoppi ini menjelaskan, pihaknya juga telah mengamankan sebanyak 83 sepeda motor berknalpot brong di saat malam pergantian tahun.

"Di malam tanggal 31 Desember 2021 itu, kita mengamankan sebanyak 83 motor berknalpot brong beserta pengendaranya. Puluhan pengendara motor berknalpot brong itu ditemukan di sekitar Stasiun Malang, saat anggota kami melakukan patroli," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, 83 motor berknalpot brong beserta pengendaranya langsung dibawa ke Polresta Malang Kota. Selanjutnya, mereka pun diberikan sanksi tilang.

"Untuk motornya kami tahan. Dan mereka diharuskan membayar denda tilang terlebih dahulu. Baru setelah membayar denda tilang, mereka boleh mengambil kembali kendaraannya," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yoppi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memakai knalpot brong. Pasalnya, suara yang dihasilkan knalpot brong dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong sangat meresahkan masyarakat. Suara yang dihasilkan dari knalpot brong, sangat mengganggu kenyamanan masyarakat. Selain itu, penggunaan knalpot brong tidak sesuai dengan Pasal 285 ayat (1) UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Oleh karena itu, kepada pengguna jalan yang kendaraannya masih memakai knalpot brong, kami minta untuk dilepas atau kami lakukan penilangan," tandasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved