Breaking News:

Berita Surabaya

Soal Penjual Miras Berkedok Toko Kelontong di Surabaya, Wawali Armuji Singgung Satpol PP

Puluhan tahun beroperasi, beberapa pengusaha minuman keras berkedok toko kelontong di Jalan Jarak dan Banyurip Wetan seolah nyaman menjalankan

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Firman Rachmanudin
Toko Reformasi penjual miras yang berada di Jalan Bayurip Wetan saat dipenuhi pembeli di malam pergantian tahun baru 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Puluhan tahun beroperasi, beberapa pengusaha minuman keras berkedok toko kelontong di Jalan Jarak dan Banyurip Wetan seolah nyaman menjalankan bisnisnya.

Sempat beberapa kali ditindak oleh kepolisian, para pengusaha miras itu nekat kembali membuka lapaknya dengan disamarkan sebagai toko kelontong.

Bahkan diantaranya berkedok laundry pakaian.

Setelah tak ada tanggapan memuaskan dari Kasatpol PP Kota Surabaya, Eddy Christjanto terkait usaha minuman keras itu, Surya.co.id mencoba mengonfirmasi hal tersebut ke Wakil Walikota Surabaya, Armuji.

Baca juga: Toko Miras Berkedok Kelontong di Surabaya Diburu Pembeli di Malam Tahun Baru

Armuji menyayangkan masih ada toko minuman keras yang diduga tak berijin atau ilegal itu nekat beroperasi selama puluhan tahun.

Armuji menyebut peran tokoh masyarakat sangat vital terkait keberadaan toko minuman keras berkedok toko kelontong tersebut.

"Peran serta tokoh masyarakat, kemudian RT RW memberikan informasi kepada aparat pemegak hukum agar dilakukan penindakan. Kalau lingkungan sekitarnya menutupi kan susah," sebutnya saat dikonfirmasi, Surya.co.id, Senin (3/1/2022).

Armuji juga menyinggung bahwa Satpol PP harusnya melakukan penindakan serupa yang dilakukan Polrestabes Surabaya terhadap para pengusaha miras berkedok toko kelontong tersebut 

"Itu tugas satpol PP berkoordinasi dengan pihak kepolisian,itu tugasnya memang. Menindak dan menertibkan seperti itu, jangan diam saja kalau sudah tahu seperti itu. Yang paling penting,warga sekitar itu mendorong untuk bisa memberikan informasi terhadap satpol Pp dan kepolisian," tegasnya.

Bukan hanya meminta Satpol PP bergerak, mantan Ketua Dprd Kota Surabaya itu juga meminta Camat setempat untuk turun gunung melihat dampak sosial yang ada di wilayahnya.

"Itu juga tugas kecamatan, RT RW lalu pak Camat ini saling bersinergi, agar toko seperti itu ditertibkan secara baik dan terus menerus. Jangan sampai penertibannya ini hangat-hangat tai ayam. Tanggung jawab mereka, wong diwilayahnya itu," tandasnya.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved