Breaking News:

Berita Madiun

Kasus DBD Kabupaten Madiun Naik, Dinkes Imbau Masyarakat Masif Berantas Sarang Nyamuk

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Madiun mulai mengkhawatirkan. Pasalnya, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti ini

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sofyan Arif Candra
Musim Hujan Datang, Kasus DBD di Kabupaten Madiun Mulai Naik 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Madiun mulai mengkhawatirkan.

Pasalnya, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti ini mulai meningkat pada bulan Desember 2021 dan belum menunjukkan penurunan hingga Januari 2022 ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Anis Jaka mengatakan naiknya kasus DBD ini dipicu tingginya curah hujan serta gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang minim.

Baca juga: Selama Tahun 2021, Kejari Kota Malang Berhasil Selamatkan Aset Pemkot Malang Senilai Miliaran Rupiah

"Hal ini membuat nyamuk sebagai perantara penularan semakin banyak, sehingga kasus DBD pun meningkat," kata Anis, Selasa (4/1/2022).

Anis menyebut selama tahun 2021 terdapat 117 kasus DBD di Kampung Pesilat. Dari jumlah tersebut kasus meninggal dunia hanya 1 pasien.

Pada bulan Januari tahun 2021 terdapat 5 kasus DBD.

"Sedangkan pada bulan Januari tahun 2022 ini, masih sampai tanggal 4 sudah terdapat 8 kasus," lanjutnya.

Menurut Anis, jumlah kasus ini bisa saja terus meningkat mengingat musim hujan yang belum berakhir.

Dari laporan sementara, kasus DBD di Kabupaten Madiun tersebar di beberapa lokasi mulai dari Dolopo, Mejayan, Kebonsari, Pilangkenceng dan daerah lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved