Breaking News:

Berita Surabaya

Tak Ingin Tergesa-gesa, Dispendik Surabaya Matangkan Sejumlah Teknis PTM 100 Persen

Dinas Pendidikan Surabaya tak mau tergesa-gesa untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan diikuti 100 persen siswa. Pemkot saat ini masih me

TRIBUNJATIM.COM/BOBBY KOLOWAY
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Surabaya. Saat ini, Pemkot sedang menyusun teknis PTM yang bisa diikuti seluruh siswa (100 persen). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Pendidikan Surabaya tak mau tergesa-gesa untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan diikuti 100 persen siswa. Pemkot saat ini masih mematangkan sejumlah teknis.

Dispendik menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terbaru tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Dalam aturannya, pembahasan tatap muka kan diserahkan ke satuan Pendidikan. Sehingga, kami masih persiapan, khususnya untuk keamanan," kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, Rabu (5/1/2022).

Dalam menyusun teknis ini, Dispendik tak bergerak sendiri. Melainkan berkoordinasi dengan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI), pakar epidemiologi, Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19, hingga sekolah. 

Termasuk, dalam hal mengevaluasi pelaksanaan PTM terbatas yang saat ini sudah berlangsung. Yang mana, jumlah peserta PTM di masing-masing kelas saat ini dibatasi sekitar 50 persen dari kapasitas. 

Yusuf menerangkan bahwa PTM 100 persen harus memperhatikan seluruh aspek, baik sebelum, saat, maupun sesudah PTM digelar.

Baik sekolah, siswa, hingga orangtua harus berkerjasama, khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sebelum PTM digelar secara penuh, sekolah harus memastikan fasilitas penunjang prokes telah disiapkan.

"Misalnya, tersedianya tempat cuci tangan hingga satgas mandiri di masing-masing sekolah yang memastikan prokes berjalan maksimal," katanya.

Sekali pun bisa diikuti seluruh siswa, para peserta didik di sekolah juga tetap diwajibkan untuk tetap bermasker maupun mengantisipasi kerumunan. Dalam hal ini, sekolah melalui satgasnya memiliki tanggungjawab.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved